Sabtu, 19 Juli 2025

Bagian Satu: Selamat Tinggal

 Oleh: S. N. Aisyah


Ini sudah hampir pukul sembilan pagi. Sudah lebih dari tiga puluh menit aku menunggu di alun-alun desa. Namun, belum juga ada tanda-tanda kedatangan kawan-kawanku. Mungkin saja mereka lupa, asyik menonton siaran kartun minggu pagi. Oh, atau mungkin mereka masih bermain di sungai? Jangan-jangan mereka tidak bisa datang sebab membantu orang tua bekerja? Apa aku pergi saja?

Kini aku mulai mengingat masa silam, membuat dadaku sesak. Aku ingin menangis. Tapi, anak lelaki tak seharusnya cengeng. Maka kutahan-tahan air mata yang hendak jatuh itu. Entah mengapa, alun-alun terasa lebih sepi. Kantor  kepala desa di seberang halaman lengang, markas ibu-ibu PKK juga kosong. Pendopo ini pun tak disinggahi oleh seorang pun selain diriku.

Mental Health

Berikut ini adalah gubahan dari catatan pada Seminar Mental Health di acara Festival Literasi Riau, 01 Oktober 2025 yang digelar oleh Perpus...