Hujan! Sore ini hujan lagi. Sungguh menyenangkan berdiri di teras menampung hujan di tangan sementara angin datang menerjang membawa hujan membasahi kita. Jika saja bisa menikmati hujan secara langsung tanpa terlihat oleh orang-orang, tentu kita akan melakukannya. Sayang sekali, sudah terlalu tua, terlihat tak pantas bermain hujan. Ya, terlihat tak pantas bukan tak pantas. Oh, need more privacy. Akan tetapi, tak mengapa, dapat tempiasnya saja sudah senang. Ayah menegur kelakuan kekanakan ini, tentu saja langsung menurut dan masuk ke dalam rumah. Kalau dipikir-pikir, ini benar-benar kekanakan. Mau bagaimana lagi? Jiwa bocah dalam diri ini selalu saja meronta-ronta untuk menyentuh hujan. Ha ha. Begitulah hujan, muram dan riuh namun membawa ketenangan dan kesenangan.Bukankah hujan itu rahmat yang harus disyukuri? Saat menulis ini pun masih terdengar suara hujan yang mulai mereda diselingi oleh gemuruh-gemuruh kecil bersamanya.
Mengapa tulisan ini sangat kaku dan aneh, ya? Sangat geli membacanya.Ya sudahlah. Yuk lanjut lagi.