Oleh: S. N. Aisyah
Sedari kecil, sepanjang ingatanku, aku tak pernah benar-benar memiliki harapan tertentu dalam hidup. Mungkin itu pulalah yang jadi sebabku mati suri. Aku tak melabeli diri sebagai manusia dingin dan tak berperasaan seperti yang digandrungi manusia-manuisa sakit abad ini. Lalu berbangga diri karenanya sebab memiliki kecenderungan psikopatis. Tidak. Hal itu hanya dilakukan oleh jiwa yang terperangkap dalam fase remaja pemberontak, ingin tampak berbeda, dan haus akan perhatian. Menurutku itu konyol dan—menghindari kata menjijikkan—itu menggelikan. Oh, tentu saja menyedihkan pula.