Minggu, 02 Agustus 2026

CATATAN SI SENJA GILA (BAG. SEMBILAN)

Harusnya tulis ini hari Jumat. Sekarang sudah Minggu. Sabtu juga keskip update di Instagram. Ada beberapa hal yang diluar dugaan. Nah, setelah dipikir lagi, sudsh lama sekali tidak menulis karya. Bukan menulis bebas seperti ini. Sebenarnya ingin mengulas beberapa buku bacaan yang telah diselesaikan. Tapi, entah mengapa belum juga. Aku hampir lupa cara menulis. Takut sekali. Walaupun tulisanku tak sebaik itu, aku tetap takut tak bisa menulis lagi. Nah, sekarang mari bicara progres agar otak kita tidak hanya menyimpan negativitas saja.  Meskipun belum sempurna, tetapi kita telah menjalankan plan itu. Kita upload tulisan. Sudah membuat tulisan full english. Dan kita minta bantuan chat-gpt untuk memeriksa grammarnya. Lalu, kita sudah mengunggah tulisan. Ini baru satu Minggu dan memasuki minggu kedua. Yang harus kita lakukan hanyalah berjalan terus, walaupun belum sempurna. Jangan berhenti, frustrasi, dan menuntut kesempurnaan sehingga jika tak sempurna merasa belum melakukannya. Jangan seperti itu, akui kelemahan tetapi akui juga apa yang sudah dilakukan. Begitulah cara paling adil memandangnya. Kalau kita terus-terusan terjebak dalam mindset, "kalau belum sempurna=gagal" kita akan sulit maju. Sebab merasa gagal terus, tidak menghargai usaha yang telah kita lakukan, maka itu akan berpengaruh buruk pada kemampuan menimbang dan menilai kita. Otak kita hanya akan melihat kekurangan dan tidak objektif dalam menilai diri. Sehingga akan menghalangi perkembangan kita untuk dapat melihat potensi, keahlian, atau minimal kebaikan yang dapat kita pertahankan dan kembangkan lagi. Untuk itu, jangan lagi berat sebelah. Jangan lagi memandang rendah diri hanya karena tak ingin besar kepala. Memandang rendah diri sendiri itu seperti tidak menghargai diri sendiri. Itu tak sama dengan humble atau rendah hati. Yang paling bijaksana kita lakukan bukan merendah-rendahkan diri hingga ke tahap tak menghargai diri sendiri bukan pula yang menilai diri lebih dari sebenarnya. Akan tetapi, lihatlah dengan objektif. Latih otak kita untuk menjadi objektif. Acknowledge apa yang telah dilakukan dan apa yang belum. Pertama lakukan dulu dalam bentuk checklist. Misal hari ini sudah tulis 3, belum tulis 4. Jangan tambahkan emosi di sana. Jadikan ia data yang akan menjadi landasan pengukuran untuk berkembang. Landasan untuk melihat masalah dan mencari solusi. Lalu lakukan. Cari akar Masalah, fokus pada solusi bukan fokus pada masalahnya. 

Sudah, itu dulu. Sudah subuh. 

05:05
Minggu, 02 Agustus 2026

Mental Health

Berikut ini adalah gubahan dari catatan pada Seminar Mental Health di acara Festival Literasi Riau, 01 Oktober 2025 yang digelar oleh Perpus...