Maybe that's why we falling to the deep end ..
Our earth is hurting, even a little sunshine and breeze make it burning.
Jika kata-kata adalah doa, maka berucap dan tulislah yang baik-baik saja.
Muhasabah alam.
Mungkin para penguasa tak amanah
Mungkin para pengusaha tak bermarwah
Mungkin rakyat-rakyat belum muhasabah
Yang pasti, perlahan-lahan hewan, hutan, dan alam punah
Ada pihak yang salah, tentu. Tapi apa guna saling menyalahkan sekarang? Bila ada yang tak mengambil tanggung jawab, biarlah ... setiap jiwa bertanggung jawab di hadapan Tuhannya.
Stop hujatan, itu tak membawa solusi apa pun saat ini, hanya menambah keras hati yang tak mau menerima.
Tugas kita hanya meletakkan segala hal pada tempatnya. Mengembalikan setiap hak pada pemiliknya.
Dengan cara-Nya. Bukan cara yang kita kira benar semata.
Tidakkah setiap kita menyumbang porsi atas kekalahan ini? Tentu saja dalam jumlah dan skala yang berbeda-beda.
So, just stop talk bad about them, bukan sebab kita setuju, suka, dan ridho pada kebijaksanaannya. Sebab kita mencari ridho Tuhan. We have emotions, sure. We are sad, we are disappointed, we are on rage. Akan tetapi, mampukah kita menyembelih ego, menahan diri, dan tunduk sepenuhnya pada perkataan Sang Pencipta? Mampukah kita percaya hingga di luar dari batas-batas akal kita?
Now, critics won't be heard by them, why bother?
Especially if we bring it in negative and disrespectful way.
If powerful men try to burn our land, we know who The Most Powerful one is. Di hadapannyalah kita tunduk dan berserah. Pada Sang Maha Raja yang dapat mendinginkan Api bagi Ibrahim AS, membelah lautan bagi Musa AS, mengeluarkan Yunus AS dari perut paus, yang membangunkan Ashabul Kahfi, dan yang memasang gunug sebagai pasak Bumi.
00:27 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2026