Thought: Racauan yang Tak Selesai dalam Sepekan
Dini hari saat tulisan ini mulai ditulis adalah saat saya tengah berusaha untuk menulis tetapi tak dapat menghasilkan apapun selain rasa frustrasi. Rasanya kepala saya yang kopong, amat kosong. Seakan otak saya terbakar hingga jadi abu yang kemudian melayang, tinggalkan tempurung kepala. Saya tak dapat memanggil ingatan apapun yang dapat saya tuliskan dengan benar.
Sudah pasti ini sebab saya amat kurang membaca, 'kan? Maka apa yang harus saya tuliskan kali ini?
Oh, lebih baik menulis tentang film yang saya tonton saja. A Good Girl's Guide to Murder. Sebuah serial pendek yang menarik. Saya suka cara film ini menggaris-bawahi bahwa manusia tidak melulu hitam putih. Sisi gelap-terang manusia dikemas dengan apik dalam serial pendek ini. Perpecahan jiwa pada tokoh-tokoh serial ini dilatari dengan alasan yang masuk akal. Rahasia gelap tokoh -tokoh terbongkar oleh Pip, si protagonis yang cerdas namun naif. Mengingatkan saya pada serial lainnya Adolescences, yang memiliki tema dan nuansa yang sama dengan titik fokus isu yang sedikit berbeda.
Ngomong-ngomong tentang film, bukankah penjiwaan dari tokoh itu sangat berpengaruh besar dalam alur cerita misteri? Menariknya, kita dapat menebak atau minimal memiliki firasat yang kuat tentang tersangka dalam film misteri kriminal bahkan pada saat pertama kali tokohnya muncul. Bukankah itu hasil dari manifestasi kedalaman penjiwaan tokoh? Maksud saya, dalam dunia nyata, orang yang melakukan tindakan tertentu, sedikit banyaknya membawa bekas tindakannya itu pada dirinya. Misalnya saja, tak peduli bagaimana cara seseorang menutupi fakta bahwa ia kurang tidur, namun, tanda-tandanya tak dapat dielak.
Seperti itu jugalah pendalaman kejiwaan karakter yang diperankan oleh aktor. Jika ia sangat mendalami kondisi psikologis dari karakter yang ia perankan, bukan tidak mungkin kita dapat menangkap sinyal dari watak karakter tersebut sebagaimana kita mendapatkan firasat dari orang-orang di sekitar kita dalam kehidupan sehari-hari.
Tentu saja bicara tentang film misteri tak hanya tentang pendalaman kejiwaan tokoh saja. Alur, penulisan naskah, kompleksitas permasalahan, pola dan logika cerita, kesegaran ide, perspektif kamera, atau simply keinginan sutradara untuk menampilkan image tertentu juga berperan besar dalam film genre ini.
Ya, benar, masih banyak hal lainnya yang saya tak sadari dan tak ketahui tentang perfilman. Lalu bagaimanakah film misteri yang baik itu? Apakah Anda juga berpikir bahwa film misteri yang baik adalah yang tak dapat terpecahkan sampai ia dipecahkan? Atau ia juga tak melulu tentang seberapa misteriusnya misteri itu? Oke, saya akan berhenti meracau dulu. Entahlah, entahlah.
29 Mei 2025
19. 57 WIB
Komentar
Posting Komentar