Jumat, 31 Oktober 2025
Thought: My Shining Knight
Kamis, 30 Oktober 2025
Fiksi Mini: Nek Ana
Oleh: S. N. Aisyah
Saat itu, magrib menjelang. Aku dan kawan-kawanku tengah asyik bermain. Tidak menyadari bahwa matahari sudah menyerupai semburat merah-oranye. Suara burung wak-wak menggema dari jauh. Mendengar teriakan ibuku yang memanggil pulang, kami segera bergegas menyudahi permainan lomba memanjat, meninggalkan halaman belakang Nek Ana. Rumah Nek Ana hanya berjarak dua rumah dari rumahku.
Rabu, 29 Oktober 2025
Day 31 Breaking The Prison of Mind's Cage
Well, What a week of emotional fluctuations! Benar nyatanya, keyakinan kita, kata-kata kita itu, akan ditagih kebenarannya. Ayo lebih commit lagi dengan perkataan dan keyakinan kita. Ingat, tak ada yang akan berubah jika tak ada usaha. Kamu bisa bilang A sampai Z tapi, tanpa tindakan nyata dan tanpa mewujudkannya, semua hanya akan sia-sia. Memang benar, kita pasti akan jatuh lagi, negatif thinking lagi, overthink, baper. Tetapi, seperti yang dikatakan dalam buku Mengapa Tidak Pernah Ada yang Memberitahuku?, pikiran itu bukan fakta. Opini bukan fakta ia bisa jadi benar, bisa jadi salah. Lucu sekali saat kita menegtahui teori tetapi menjadi gagu saat mempraktekkannya. Be negative, Be Overthink, Be extra but don't stop there. You can slowly reduce it. You also can do better.
Anyway. Please bear with me. Give us chance, yeah? Okay?
Rabu, 29 Oktober 2025
Selasa, 28 Oktober 2025
Poem: Sumpah Tanah Surga
Senin, 27 Oktober 2025
So ...
Kamis, 23 Oktober 2025
Day 30 Breaking The Prison of Mind's Cage
Sudah tiga puluh hari. Tetap lanjutkan, ya. Jadikan tiga puluh hari ini pembelajaran buat kita. Di hari ke-30 ini, mari tuliskan kata-kata yang kita tempel di dinding kala itu, kata-kata yang kita lahirkan sesaat sebelum meringkuk dalam penjara ini.
1. Satu kata dalam satu hari akan menjadikannya satu kalimat. Satu kalimat dalam satu hari akan menjadikannya satu paragraf. Satu paragraf dalam satu hari akan menjadikannya satu wacana.
2. You can't throw away the past. But every time you wake up and breath you still have a new chance, new sheets to write on
3. Jika ditunda terus tanpa ada uzur, tanpa terasa waktu akan habis.Yang tertinggal hanyalah penyesalan.
'Jika saja kulakukan lebih awal. Jika saja dulu kulakukan.' Yakinlah kau tidak menginginkannya! Kau punya waktu sekarang.
4. Penundaan akan menjadi baik atau buruk. Kukira salah satu hal yang berperan penting dari itu adalah niat dan perhitungan.
5. Masa lalu adalah tempat untuk belajar bukan tempat untuk hidup!
Sepertinya lima ini cukup untuk sekarang. Ini adalah tulisan dari dinding beberapa tahun lalu. Tak menyangka pernah berpikir seperti ini. Those days, just a few days after the downfall. Look how hard you keep maintain your mind. You tried. And You still trying. Those words on the wall, those thoughts on your mind, those are yours. Gift from God through life, people, and experiences. I know, you too so grateful for that, right? Cause I do too. Let's keep going. Let's keep trying untill the breath is not ours to take.
Kamis, 23 Oktober 2025
Fiksi Mini: Sunset in July
Rabu, 22 Oktober 2025
Day 29 Breaking The Prison of Mind's Cage
Kemarin nulis tentang 'lakukan saja.' Tadi, lihat salah satu postingan Dr. Julie Smith, ada dua poin yang menarik perhatian saya. Poin pertama, otak belajar melalui bukti dan poin kedua, otak juga belajar melalui repetisi. Ini mengingatkan saya tentang teori growth mindset dari Mindset, teori snap judgment dari Blink, dan teori identitas serta teori dua menit dari Atomic habit. Sangat masuk akal jika dikatakan bahwa kita dapat me-reset otak kembali. Sebab, memulai sesuatu yang baru adalah belajar dari nol hingga menguasainya.
Dr. Smith berkata bahwa otak belajar dari bukti. Oleh sebab itu, membangun, membentuk, atau mewujudkan suatu hal tak cukup hanya dalam pikiran atau ucapan saja. Otak memerlukan bukti nyata.
Contohnya kita berjanji akan berubah menjadi lebih baik atau akan melakukan sesuatu. Kita serius akan hal itu, terus memikirkannya dan membicarakannya. Dua hal tersebut tak akan membantu otak untuk mempelajari cara mewujudkan perubahan atau mengerjakan hal yang ingin kita kerjakan itu tanpa diiringi bukti.
Bahkan, hanya membicarakannya terus menerus dapat menghasilkan gratifikasi instan dari rilisan dopamin yang menipu diri, memberikan kesan seolah hal itu telah terjadi atau dilaksanakan. Padahal, kita perlu mengajari otak untuk percaya bahwa kita bisa berubah dan mencapai sesuatu itu. Otak hanya memerlukan bukti untuk mempercayainya. Bukti itu dapat kita peroleh dari tindakan nyata. Doing our saying is the best way to become someone that you trusted. To get that confident.
Otak belajar dari repetisi. Maka, untuk menguasai atau menjadi ahli kita hanya perlu mengajari otak untuk mengenalinya dengan melakukan hal tersebut berulang kali hingga membentuk kebiasaan, bahkan jati diri.
Mengadopsi mindset berkembang, dengan mempercayai proses dan menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses tersebut adalah cara pandang yang tepat untuk tetap berjalan mewujudkan tujuan kita. Berdasarkan teori identitas, kita dapat membangun diri dengan mengadopsi identitas yang kita inginkan kemudian berlaku seperti identitas tersebut. Jika berat, terapkan teori dua menit, perlahan dari skala kecil hingga skala maksimal yang dapat membawa kita pada tujuan itu. Terus secara berkala dan berkesinambungan. Kemudian, seiring dengan pengalaman dan kemampuan yang terus diasah berulang-ulang inilah yang membuat otak kita terbiasa mengenali suatu pola bahkan secara subtle. Kemampuan yang terus diasah akan menjadikan kita ahli. Akumulasi data, pengalaman, latihan, dan keahlian dalam waktu yang lama inilah yang menyebabkan seseorang dapat berpikir cepat, menilai sesuatu dengan hasil yang baik dalam hitungan sekejap mata, snap judgment.
Oh, ya. Saya jadi ingat saat dulu mengaji, dikatakan bahwa Iman itu diyakini dalam hati, diucapkan oleh lidah, dan dibenarkan oleh tindakan. Seperti memberikan bukti pada otak. Menjadikan ia sesuatu yang nyata dan dapat dipercaya oleh diri sendiri. Lalu, di dalam agama, disiplin dan repetisi itu diajarkan dengan nyata. Salah satu contohnya solat. Dalam islam, sekurangnya seorang muslim hendaknya solat lima kali dalam sehari, membaca Al-fatihah (yang berisi tentang pengakuan kita atas Tuhan, pengakuan diri sebagai hamba-Nya, dan memohon petunjuk dari-Nya) di setiap raka'at. Dalam sehari minimal 17 rakaat. Tujuh belas kali repetisi surah Al-Fatihah. Dan ...ada begitu banyak ibadah lainnya yang mendekatkan kita kepada kebenaran dan kebaikan. Menumbuhkan iman/keyakinan. Bukankah ini juga seperti mengajari otak cara untuk membangun keyakinan dan kebiasaan? Mengajari kita cara menjadi pribadi yang dapat dipercaya? Atau seperti itulah kira-kira yang saya pahami tentang hal ini. Bisa saja saya salah memahami, Allahu alam.
Rabu, 22 Oktober 2025
Selasa, 21 Oktober 2025
Day 28 Breaking The Prison of Mind's Cage
Senin, 20 Oktober 2025
Day 27 Breaking The Prison of Mind's Cage
Day 26 Breaking The Prison of Mind's Cage
Sabtu, 18 Oktober 2025
Day 25 Breaking The Prison of Mind's Cage
Membaca beberapa tulisan lama. Ada perasaan yang aneh. Ke manakah orang yang menulis itu sekarang? Dulu selalu yakin bahwa seiring berjalan waktu manusia akan terus berkembang, akan terus berevolusi. Sudut pandang yang terlalu sempit untuk jiwa anak muda. Tidak pernah terbayangkan bahwa otak dapat menyusut. Sebab sebelumnya tak pernah berpikir akan berhenti dalam keterpurukan. Masih percaya bahwa manusia dan otaknya akan selalu berkembang, bukan dalam bentuk fisik, namun kemampuannya. Berkembang ke arah yang baik atau yang buruk.Ya, berkembang ke arah yang buruk bukanlah perkembangan tetapi degradasi. Namun, satu hal yang mesti diingat, otak, otot, mental, dan spirirtual itu sama. Semakin diasah, semakin tajam dan jernih ia. Semakin digunakan, bukannya semakin aus, namun, semakin kuat.
Itulah yang membedakannya dengan material-material tak bernyawa. Bahkan benda-benda tak bernyawa pun akan hancur jika didiamkan dalam waktu yang lama. Kecuali ia hasil tempaan yang tak biasa.
Intinya, tempa diri aja, udah.
Sabtu, 18 Oktober 2025
Jumat, 17 Oktober 2025
Day 24 Breaking The Prison of Mind's Cage
Thought: Well ...
Kamis, 16 Oktober 2025
Fiksi Mini: Gerimis
Selasa, 14 Oktober 2025
Day 21 Breaking The Prison of Mind's Cage
Poem: Usang
Oleh: S. N. Aisyah
Malam ini
Jari-jariku kembali beku
tinta darah
pekat, lengket, mengental
mengikat erat, menggumpal
di ujung pena
Aku bermenung
melayat kata
diam
diliput kabung
dolly usang memaku tapak
di pinggir makam
dalam liang 10 kaki
ikan-ikan mengambang
bermata merah, kembung, dan mati
bau busuk menguar,
aroma yang amat kukenal
dari lubuk kegelapan
yang tiap malam merayap
menuju dipan
Oh, Ibu! Celakahlah anakmu!
otaknya telah ditanak
lebur, hancur, bubur
kacau, tak lagi dapat menjangkau
kecuali racau-meracau
sumpah serapah telah lama jadi rumah
beranak cucu sajak-sajak
ragu
kaku
palsu
dari
hati
yang
batu
Selasa, 14 Oktober 2025
05. 44
Senin, 13 Oktober 2025
Mental Health
Berikut ini adalah gubahan dari catatan pada Seminar Mental Health di acara Festival Literasi Riau, 01 Oktober 2025 yang digelar oleh Perpustakaan Soeman H.S., Riau.
Minggu, 12 Oktober 2025
Book: Kisah-Kisah dari Kafka
Day 19 Breaking The Prison of Mind's Cage
It's Raining!
Hujannya turun dengan lebat. Langit sangat muram, awan hitam terlalu banyak. Cahaya matahari terlihat seperti lampu neon putih yang separuh tubuhnya sudah sekarat. Baru Jam lima sore, tetapi suasana sangat gelap dan dingin. Deru angin dan hantaman hujan, membawa ketenangan yang janggal. Kalo boleh jujur, ini sangat indah. Pada dasarnya alam itu indah, ciptaan Tuhan indah. Ya, begitulah.
Sabtu, 11 Oktober 2025
Day 18 Breaking The Prison of Mind's Cage
Jumat, 10 Oktober 2025
Thought:
Semoga saja kali ini Palestina bisa benar-benar merdeka. Sudah begitu banyak pengorbanan, perlawanan, air mata, dan doa-doa yang dilangitkan untuk kemerdekaan Bangsa Palestina. Usaha-usaha itu, doa-doa itu, datang dari berbagai kalangan, berbagai tempat, berbagai golongan. Palestina telah banyak kehilangan namun memberikan arti ketabahan dan kekuatan pada dunia. Perlawanannya membuka mata dunia. Dalam dua tahun terakhir, perjuangan Palestina menggemparkan seluruh dunia. Mereka mengajarkan arti iman dan berpegang teguh pada kebenaran dengan kesabaran dan keberanian yang luar biasa. Membuka mata dunia atas segala kemungkaran dan kekejian kaum zionis. Subhannallah. Allahu Akbar.
Alhamdulillah, tadi pagi, saya mendengar, sudah dinyatakan gencatan senjata, pasukan Israel telah ditarik mundur. Namun, berdasarkan perjalanan sejarah, Israel selalu saja mengkhianati perjanjian. Meskipun begitu, harapan kita tak pernah pupus. Bukan karena kita begitu naif, namun, kita percaya pada Tuhan Semesta Alam yang Maha bijaksana. Hanya pada Allah-lah kita menyembah dan hanya pada Allah-lah kita memohon pertolongan. Hanya pada-Nyalah segala harapan bermuara. Semoga penderitaan Palestina kali ini benar-benar berakhir.
Jumat, 10 Oktober 2025
20: 35 WIB
Day 17 Breaking The Prison of Mind's Cage
Satu hal yang perlu kamu mengerti, jika kamu memang mencintai sesuatu perjuangkanlah ia. Bukan karena kamu berhak mendapatkannya, tetapi sebab ia berhak diperjuangkan. Entah itu seseorang, hubungan, atau mimpi-mimpi. My brother once said, if your dream doesn't make you wake up for tahajud, it means, you never really wanted it. I think he's right. And i dont't think i did it right--yet.
Thought: Medicine
Kamis, 09 Oktober 2025
Day 16 Breaking The Prison of Mind's Cage
Kebohongan yang kamu ciptakan untuk diri sendiri adalah bahwa kamu terjebak dan buntu. Percayalah, tidak ada satu hal apaun yang abadi kecuali Tuhan Yang Maha Menciptakan. Tidak ada suatu usaha pun yang tak membuahkan hasil. Baik usaha baik atau buruk, maupun hasil yang baik atau buruk.
Jika diibaratkan ini seperti hukum Newton 3. Setiap aksi mendapatkan reaksi yang sama besar dan berlawan arah. Dengan kata lain usaha yang kita tuangkan akan kembali pada kita dengan kadar yang sama besar. Setiap tenaga yang kita kerahkan itu selalu kembali pada kita. Mungkin kita hanya tidak menyadarinya. Contohnya saat kita mendorong dinding. Kita mengerahkan gaya untuk mendorong tembok, gaya itu kembali pada kita dalam bentuk penolakan (seperti juga sentakan saat menembakkan senapan). Akan tetapi, sebab dinding tak bergerak sedikitpun kita mengira bahwa tak ada yang terjadi. Padahal, dinding memberikan kembali gaya itu pada kita.
Jadi, untuk waktu berikutnya, jangan ragu dengan setiap usaha. Ia akan berwujud dan menghasilkan sesuatu hanya saja kita tak mengetahuinya. Seperti saat mendoirong dinding. Lain kali, cobalah juga mengerahkan daya pada hal yang tak hanya menghasilakan lelah seperti mendorong dinding. Hey! tapi mendorong dinding juga memberikan manfaat seperti melakukan push up dinding. Kamu menjadi semakin kuat. Don't forget to look up to the bright side. Cause, I do always look at it--The Bright side. Even if no one knows. Not even The Bright side itself.
Kamis 09 Oktober 2025
Rabu, 08 Oktober 2025
Day 15 Breaking The Prison of Mind's Cage
Selasa, 07 Oktober 2025
Day 14 Breaking The Prison of Mind's Cage
Senin, 06 Oktober 2025
Day 13 Breaking The Prison of Mind's Cage
Fiksi Mini: Bocah
Minggu, 05 Oktober 2025
Day 12 Breaking The Prison of Mind's Cage
Sabtu, 04 Oktober 2025
Day 11 Breaking The Prison of Mind's Cage
Jumat, 03 Oktober 2025
Day 10 Breaking The Prison of Mind's Cage
Thought: Halo, Oktober! Nice To Meet You.
Kamis, 02 Oktober 2025
Day 9 Breaking The Prison of Mind's Cage
Rabu, 01 Oktober 2025
Poem: Katakan Saja
Mental Health
Berikut ini adalah gubahan dari catatan pada Seminar Mental Health di acara Festival Literasi Riau, 01 Oktober 2025 yang digelar oleh Perpus...
-
Mungkin hal yang paling berat tetapi paling meringkankan adalah memaafkan. Kata sederhana yang rumit. Perlu kebesaran hati dan lapang dada u...
-
Oleh: S. N. Aisyah Kau tahu seberapa bodoh manusia? Ia hanya akan mendengar apa yang ingin ia dengar. Ia hanya akan melihat apa ...
-
5 Rekomendasi Buku Nonfiksi Untuk meningkatkan Kualitas Hidup sumber foto Januari hampir berakhir, nih. Semangat memulai hidup baru di a...
-
sumber gambar Identitas Buku Judul : Atomic Habits Penulis : James Clear Penerjemah : Alex Tri K...
