Rabu, 20 Mei 2026
Tentang Mimpi
Minggu, 26 April 2026
What Does Baking Taught Me
Ramadhan kemarin belajar baking di rumah dengan adik. Coba buat sugar palm cheese cookies dan kue kering sumprit. Pertama kali benar-benar pay attention di permasalahan baking. Dulu, biasanya hanya akan melakukan apapun yang diminta tanpa benar-benar memperhatikan. Bisa dikatakan baking dan memasak bukanlah passion saya. Bagi saya, makanan adalah makanan. makan hanya sekadar makan. Untuk bertahan hidup. Mungkin cita rasa atau selera saya adalah yang terburuk yang pernah ada. Sebab, tak mengerti sama sekali rasa dari makanan. Saya hanya akan melahap makanan selagi ia masih edible dan halal tentunya.
Pada saat itu, saya benar-benar kehilangan semangat atas hal-hal dan Ramadhan selalu saja membawa suatu kebaikan yang tak bisa saya jelaskan. Mungkin inilah yang dimaksud dengan berkah Ramadhan. Jadi, saat adik saya mengatakan hendak membuat kue, tiba-tiba saja saya minta diajari dari awal. And she was very welcome about it. Lucky me, to have her, right? Alhamdulillah.
Anyway. Selama belajar baking dengan paying attention, ada beberapa hal yang akhirnya saya sadari:
1. Proses membuat makanan itu, akan sangat menyenangkan jika kita mengerti apa yang sedang kita kerjakan, nggak cuma tunggu intruksi. Meskipun sekadar jadi asisten koki, kalau kita pay attention, semua hal akan menjadi menarik. Dan saya yakin ini tak hanya berlaku untuk baking, tapi untuk setiap hal. Uou start to pay attention when you're interested or YOU CAN PAY ATTENION to MAKE THINGS INTERESTING.
2. Pertama kali coba menakar, mengadon, mencetak sampai memanggang dalam oven sendiri dengan paying attention, membuat saya mengerti mengapa orang-orang yang suka masak mencintai memasak dan masakan mereka. The feelings grow within the care. Perasaan itu dapat tumbuh dengan perhatian. Dan untuk membuatnya tetap ada, perlu dirawat. Hadir di setiap prosesnya dengan tulus.
3. You have to make sure, just in case something is going wrong. Jadi, kalau mengikuti intruksi, suhu dan durasi api yang digunakan oleh panduan ternyata nggak cocok di oven rumah atau mungkin adonan dan cetakannya yang kurang sesuai. Percobaan pertama rada gosong. it's a little bit too brown than it supposed to be.
4. Sabar dan persisten. Well, nggak perlu penjelasan lebih lanjut.
5. Do it with love. Selama ini saya memasak hanya teknikal. Itu juga tekniknya nggak bagus. Jadi, ya ... begitulah. Kakak saya bilang, kekurangan dari masakan saya itu kurang cinta. Mungkin itu benar, karena jujur memasak hingga saat itu bukanlah hal yang saya nikmati, saya melakukannya karena itu salah satu cara bertahan hidup dan kita memerlukannya. Sejak belajar baking dan ngelihat hasil cetakannya yang lumayan dari hasil itu dan bocil-bocil bilang enak (entah iya atau enggak), itu menghasilkan perasaan yang berbeda. Senang? entahlah.
Jadi, belakangan, sesuatu berubah. Tiba-tiba saja, suatu hari saya makan dan hampir menangis karena rasanya. Entah karena memang enak atau karena ada sesuatu yang salah dengan diri saya waktu itu. Saya bahkan tidak ingat makanan apa yang membuat saya hampir menangis saat itu. Lalu, ada juga saat-saat di mana saya sangat kagum dengan rasa masakan yang biasanya saya tak begitu notice. Ada kalanya saya mulai membandingkan rasa masakan, dan juga sedikit keecewa dengan rasa yang menurut saya terlalu asin (tetap dihabiskan, kok). Perubahan-perubahan ini membuat saya sedikit terkejut. Anehnya, saya sebelumnya tak pernah terlalu memusingkan soal rasa makanan. Maksudnya, selagi masih edible saya makan. Tidak terlalu picky kecuali untuk beberapa hal yang memang tidak bisa saya konsumsi (urgensi), bukan sekadar tidak suka. Saya makan tanpa protes ataupun (belakangan baru sadar juga tanpa menikmatinya), sebab bergitulah cara saya menghargai dan bersyukur atasnya. Tak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa menikmati rasa makanan juga bentuk syukur atas nikmat dan karunia dari Tuhan. Serta bentuk penghargaan kepada orang yang telah membuat dan menyajikannya. Kini sudut pandang mekanikal saya dalam perkara makanan dan memasak diketuk palu kecil kue sumprit dan sugar palm cheese cookies yang hanya sebesar kue cubit. But I still want to able appreciate food no matter what and how it taste. Only add that it's good if you can differentiate the taste and enjoy it.
Minggu, 26 April 2026
09 : 15 WIB
Kamis, 23 April 2026
Racauan (Lagi)
Senin, 02 Maret 2026
sekilas racauan
Sabtu, 21 Februari 2026
Homepage--homesick-home
Selasa, 03 Februari 2026
Thought: Ini Bukan Jumat Tetapi Tak Mengapa
Welcome Februari!
Lucu sekali rasanya membuang banyak waktu hanya untuk terlarut dalam fluktuasi emosi. Bahkan Januari tidak dilewati dengan satu buku pun! Tidak apa-apa. Kita nggak sedang lomba dengan siapa-siapa.
Mungkin, untuk ke depannya blog ini tidak bisa mengggunakan metode dari April hingga Oktober kemarin. Wah, Oktober tahun lalu adalah masa emasnya blog ini. Sangat produktif. congratulation. That's a proof that you can do that, God willing. Alhamdulillah. Terima kasih untuk semua yang telah menginspirasi di bulan Oktober. Terutama, terima kasih Oktober.
Nah, bukankah Oktober adalah bukti bahwa yang kita butuhkan itu komitmen, disiplin, konsistensi, integritas, dan melepaskan perfeksionis yang tak masuk akal. Tentu saja lebih daripada itu semua, tidak mungkin mungkin tanpa pertolongan dan izin dari Yang Maha Kuasa.
Ada banyak hal yang mesti dibereskan, oleh sebab itu, menulis di sini mungkin tak bisa seproduktif Oktober dan beberapa bulan sebelumnya.
Sangat bersyukur atas segala hal. Alhamdulillah. Semoga Allah mudahkan dan beri jalan. Amin.
Sudah dulu! Jalan lupa mampir lagi buat baca ini, ya!
06: 08
Selasa, 03 Februari 2026
Sabtu, 31 Januari 2026
Selasa, 27 Januari 2026
Apa dan Mengapa
Kamis, 22 Januari 2026
Ya, Ahjuma!
Kamis, 01 Januari 2026
A Brand New Shit Sheet
Jumat, 21 November 2025
Thought: Hidup
Lalu ada apa sebenarnya di balik kehidupan manusia? Apakah mereka juga menemukan kebingungan seperti seekor anak kucing yang terdampar di hutan belantara? Jauh di dalam pekatnya hijau dedaunan dan matahari yang hanya sebayang dalam telau-telau di atas kepala. Apakah mereka juga mengeong ketakutan dan kedinginan saat hujan datang? Meriang dalam lapar akan kasih sayang yang tak dapat diobati selain dengan belaian lidah dan liur di kepala, tak dapat diobati selain dengan air susu ibu yang dapat menawar luka. Berharap dapat berlindung kembali dalam pelukannya, bergelung di dada dan melengkung di perut lembutnya. Apakah mereka juga pernah minta dikembalikan dalam rahim? Atau menyesali keangkuhan diri-- menyanggupi kehidupan yang kini tak lagi ingin digeluti?
Jumat, 21 November 2025
Rabu, 12 November 2025
Niaga
Setelah menjatuhkan diri dan kalah di medan perang dengan emosi dan pikiran, kuputuskan untuk beridiri lagi. Aku tahu, aku tak ingin menyerah. Meskipun terlihat begitu. Selalu begitu. Apa akhirnya, pertarungan ini hanyalah kekonyolan ego dalam diri. Peperangan melawan sisi kelam yang enggan kita akui.
Kamis, 06 November 2025
Bulan
Jumat, 31 Oktober 2025
Thought: My Shining Knight
Senin, 27 Oktober 2025
So ...
Jumat, 17 Oktober 2025
Thought: Well ...
Jumat, 10 Oktober 2025
Thought:
Semoga saja kali ini Palestina bisa benar-benar merdeka. Sudah begitu banyak pengorbanan, perlawanan, air mata, dan doa-doa yang dilangitkan untuk kemerdekaan Bangsa Palestina. Usaha-usaha itu, doa-doa itu, datang dari berbagai kalangan, berbagai tempat, berbagai golongan. Palestina telah banyak kehilangan namun memberikan arti ketabahan dan kekuatan pada dunia. Perlawanannya membuka mata dunia. Dalam dua tahun terakhir, perjuangan Palestina menggemparkan seluruh dunia. Mereka mengajarkan arti iman dan berpegang teguh pada kebenaran dengan kesabaran dan keberanian yang luar biasa. Membuka mata dunia atas segala kemungkaran dan kekejian kaum zionis. Subhannallah. Allahu Akbar.
Alhamdulillah, tadi pagi, saya mendengar, sudah dinyatakan gencatan senjata, pasukan Israel telah ditarik mundur. Namun, berdasarkan perjalanan sejarah, Israel selalu saja mengkhianati perjanjian. Meskipun begitu, harapan kita tak pernah pupus. Bukan karena kita begitu naif, namun, kita percaya pada Tuhan Semesta Alam yang Maha bijaksana. Hanya pada Allah-lah kita menyembah dan hanya pada Allah-lah kita memohon pertolongan. Hanya pada-Nyalah segala harapan bermuara. Semoga penderitaan Palestina kali ini benar-benar berakhir.
Jumat, 10 Oktober 2025
20: 35 WIB
Thought: Medicine
Jumat, 03 Oktober 2025
Thought: Halo, Oktober! Nice To Meet You.
Jumat, 26 September 2025
Thought: Manusia, Pengertian, Pemahaman, dan Koneksi
Mental Health
Berikut ini adalah gubahan dari catatan pada Seminar Mental Health di acara Festival Literasi Riau, 01 Oktober 2025 yang digelar oleh Perpus...
-
Mungkin hal yang paling berat tetapi paling meringkankan adalah memaafkan. Kata sederhana yang rumit. Perlu kebesaran hati dan lapang dada u...
-
Oleh: S. N. Aisyah Kau tahu seberapa bodoh manusia? Ia hanya akan mendengar apa yang ingin ia dengar. Ia hanya akan melihat apa ...
-
5 Rekomendasi Buku Nonfiksi Untuk meningkatkan Kualitas Hidup sumber foto Januari hampir berakhir, nih. Semangat memulai hidup baru di a...
-
sumber gambar Identitas Buku Judul : Atomic Habits Penulis : James Clear Penerjemah : Alex Tri K...
