Minggu, 28 September 2025
Day 5 Breaking The Prison of Mind's Cage
Sabtu, 27 September 2025
Day 4 Breaking The Prison of Mind's Cage
Apakah suatu bakat yang melekat erat dengan manusia? Bakat apakah yang pasti dimiliki oleh manusia? Jawabannya adalah belajar. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk belajar. Tidak ada satupun manusia hidup yang tak memiliki kapasitas untuk belajar. Bukti nyata dari pernyataan bahwa bakat setiap manusia adalah belajar ialah manusia itu sendiri. Manusia lahir dengan kemampuan yang terbatas, namun, seiring berjalannya waktu, manusia menumbuhkan keahlian yang dipelajarinya dari lingkungan ataupun melalui instingnya.
Junaid Mubeen dan Tujuh Prinsip Kecerdasan Matematis: Superioritas Manusia Terhadap Mesin
Perkembangan pesat dalam teknologi, terutama AI menuai berbagai tanggapan dan kontroversi. Maraknya penggunaan Artificial Intelligence (AI) di berbagai bidang memunculkan semangat dan tanggapan positif bahwa manusia tak perlu lagi bekerja keras jika semua itu bisa dilakukan oleh mesin dengan tingkat akurasi yang tinggi bahkan 'sempurna'. Penggunaan mesin juga memangkas banyak biaya.
Sedangkan, di sisi lain, pesatnya penggunaan teknologi AI memunculkan kekhawatiran bahwa suatu saat nanti peran manusia akan digantikan oleh robot. Bahkan, ada yang sampai mengkhawatirkan bahwa suatu saat AI akan menguasai dunia. Mungkin itu terdengar terlalu ekstrem, tetapi tentu saja kekhawatiran itu nyatanya ada di kalangan beberapa golongan.
Sudah banyak artikel dan penelitaian yang menjabarkan pro dan kontra AI. Lalu bagaimanakah baiknya kita menyikapi hal ini? Apakah suatu saat AI akan benar-benar menggantikan manusia?
Jumat, 26 September 2025
Day 3 Breaking The Prison of Mind's Cage
Saya bertanya-tanya, mengapa menamai rubrik ini sebagai Breaking The Prison of Mind's Cage. Nama itu begitu saja muncul saat saya mulai menuliskannya. Lalu, kemudian saya berpikir, mengapa menamakannya demikian? Penjara pikiran? Bagaimana keluar dari penjara pikiran? Dengan menjadi optimistis? Dengan menjadi selalu positif? Bahkan saya menuliskan ini seraya berpikir, apa arti rubrik ini bagi saya? Apa bedanya dengan kolom Thought? Pada dasarnya dalam kedua rubrik ini saya sama-sama menulis bebas. Menulis apapun yang ada dalam pikrian tanpa perlu merasa dibatasi atau terikat.
Thought: Manusia, Pengertian, Pemahaman, dan Koneksi
Kamis, 25 September 2025
Fiksi Mini: Prasangka
Day 2 Breaking The Prison of Mind's Cage
Hujan! Sore ini hujan lagi. Sungguh menyenangkan berdiri di teras menampung hujan di tangan sementara angin datang menerjang membawa hujan membasahi kita. Jika saja bisa menikmati hujan secara langsung tanpa terlihat oleh orang-orang, tentu kita akan melakukannya. Sayang sekali, sudah terlalu tua, terlihat tak pantas bermain hujan. Ya, terlihat tak pantas bukan tak pantas. Oh, need more privacy. Akan tetapi, tak mengapa, dapat tempiasnya saja sudah senang. Ayah menegur kelakuan kekanakan ini, tentu saja langsung menurut dan masuk ke dalam rumah. Kalau dipikir-pikir, ini benar-benar kekanakan. Mau bagaimana lagi? Jiwa bocah dalam diri ini selalu saja meronta-ronta untuk menyentuh hujan. Ha ha. Begitulah hujan, muram dan riuh namun membawa ketenangan dan kesenangan.Bukankah hujan itu rahmat yang harus disyukuri? Saat menulis ini pun masih terdengar suara hujan yang mulai mereda diselingi oleh gemuruh-gemuruh kecil bersamanya.
Mengapa tulisan ini sangat kaku dan aneh, ya? Sangat geli membacanya.Ya sudahlah. Yuk lanjut lagi.
Rabu, 24 September 2025
Day 1 Breaking The Prison of Mind's Cage
Saya sedang berpikir untuk menutup jendela. Saya sangat ingin sendiri dan mendengar suara-suara dalam kepala ini. Tak peduli seberapa menakutkannya ia. Mungkin saya hanya akan meracau untuk beberapa saat. Meninggalkan sebentar jadwal yang sudah saya atur untuk blog ini. Saya kira, permasalahan ini tak akan selesai jika saya tak benar-benar menghadapinya.
Jumat, 19 September 2025
Thought:
Kamis, 18 September 2025
Rabu, 17 September 2025
Poem: Bayang
Oleh: S. N. Aisyah
Dalam kegelapan
Angin berhembus
nyalakan gemertak dari dahan-dahan
yang digerus musim panas,
tanah-tanah
di lintasan itu merekah sudah
setiap retaknya antarkan sebuah ingatan:
sol sepatu bertambah inchi
berdempul tanah kuning,
malam sebelum pendakian ke sekolah,
hujan bertandang
badai air dan udara,
gelegar petir,
juga sambaran kilat di atas pasir putih
menyatu dalam bingkai jendela
biru kelabu
kadang kala bayang-bayang itu datang
samar-samar
amat samar
semakin samar
hingga aku tak lagi tahu
arti secarik kenangan
yang datang seperti hantu itu
ranting-ranting bergemeretak
daun-daun mati jatuh
berderai
pulang pada
kehampaan malam
yang tak kunjung usai
Sabtu, 13 September 2025
Cerpen: Horor
Aku
yakin, setiap orang memiliki ketakutannya. Setiap orang tanpa sadar memilih
ketakutannya. Ya, benar. Memilih. Pernahkah kau berpikir bahwa kaulah yang
dengan sengaja memilih dan mengundang rasa takut dalam hidupmu? Kau yang
memilih bentuk dan wujudnya saat kau memilih jalan hidupmu. Apa maksud omong
kosongku ini? Ayolah, Kawan. Pilihanmu dalam hidup menjelma bagaikan sebuah
undangan bagi harapan dan—sialnya—juga ketakutanmu. Contohnya saja, saat
seseorang yang memiliki sesuatu yang berharga, ia berharap selalu memilikinya.
Bukankah ia jadi takut kehilangan? Orang tamak dan serakah, yang menginginkan
banyak hal, takut kekurangan. Orang yang memilih jadi pengecut, takut akan
hal-hal sepele. Orang yang kuat dan bijak, takut tak bisa mengendalikan
dirinya. Manusia memilih ketakutannya sendiri. Mengundangnya ke ambang pintu.
Lalu membangun horor untuk didiami.
Jumat, 12 September 2025
Thought: Percobaan Kecil
Sekarang saya sangat mengerti ide-ide orang yang mengungkapkan jika saja ada alat yang dapat langung menangkap, menerjemahkan, dan mengeksekusi langsung pikiran kita. Itu pasti sangat memudahkan. Yah, mungkin ini hanyalah pemikiran dari rasa malas sesaat dan tidak ingin atau tidak memiliki ketahanan dan kesabaran untuk mewujudkan pikirannya itu dalam dunia nyata. Saya tidak katakan bahwa semua yang berpikiran demikian adalah pemalas. Akan tetapi saya mengerti asal muasal keinginan itu --sepertinya.
Kamis, 11 September 2025
Fiksi Mini: Sepuluh kali
Rabu, 10 September 2025
Book: Digital Fortess, The Uncrackable Code
Sabtu, 06 September 2025
Artikel: Anhedonia, Ketika Hidup Terasa Hampa
Oleh: S. N. Aisyah
Apa itu Anhedonia?
Anhedonia adalah keadaan ketika seseorang tidak dapat merasakan kesenangan atau kehilangan minat terhadap sesuatu. Anhedonia bukan sekadar perasaan bosan atau tak tertarik saja. Penderitanya dapat kehilangan kemampuan untuk merasa senang, gembira, bahagia, tertarik atau termotivasi bahkan pada hal-hal yang dahulu ia senangi. Berbeda dengan analgesia (ketidakmampuan merasakan sakit), penderita Anhedonia tetap dapat merasakan sakit, sedih, luka, dan emosi negatif lainnya.
Apa penyebab Anhedonia?
Jumat, 05 September 2025
Thought: (Late) Welcome September!
Welcome September!
Pertama.
Agustus adalah bulan yang berat. Begitu pula September-September yang lalu. Banyak sejarah peristiwa kelam di bulan September. Semoga saja, hujan yang berjatuhan di bulan ini pada akhirnya menyuburkan bibit-bibit kebaikan untuk kita semua. Ini terdengar sangat aneh dan canggung menjadi terlalu positif tetapi mungkin tak ada salahnya menaruh harapan baik untuk masa depan yang cerah bagi manusia. Semoga bangsa ini menjadi lebih baik. Begitu pula seluruh umat manusia di dunia. Kaum-kaum tertindas, semoga segera Allah merdekakan.
Kamis, 04 September 2025
Fiksi Mini: Padam
Oleh: S. N. Aisyah
Dahulu, aku sangat benci ketika listrik padam. Apalagi di masa liburan semester sekolah. Susahnya tinggal di pelosok desa, ya, seperti itu. Mengapa kota besar atau pusat pemerintahan dapat asupan listrik dua puluh empat jam sedangkan kami mesti mengantri giliran pemadaman listrik empat jam (sekali hingga dua kali) dalam sehari? Jika melihat pada tempat yang belum mendapatkan listrik, tentu saja aku bersyukur, tetapi itu lagi masalahnya kan? Apa bedanya hak kami dengan kota besar atau pusat pemerintahan daerah? Apakah sebab kebutuhan listrik kami tak begitu banyak makanya sering dipadamkan untuk penghematan? Bukankah lebih logis jika penghematan dilakukan pada wilayah yang banyak menggunakan listrik? Apa karena faktor keberlangsungan perekonomian? Apapun itu, seorang bocah SMP pinggiran sepertiku hanya ingin menonton film box office di liburan sekolah. Di Tv analog, tentu saja.
Poem: Ternyata
Oleh: S. N. Aisyah
Kemarin aku lihat
seekor tikus
lucu
kami bernyanyi tikus makan sabun
Kini aku paham kenapa
kasus korupsi tak pernah bersih
Mental Health
Berikut ini adalah gubahan dari catatan pada Seminar Mental Health di acara Festival Literasi Riau, 01 Oktober 2025 yang digelar oleh Perpus...
-
Mungkin hal yang paling berat tetapi paling meringkankan adalah memaafkan. Kata sederhana yang rumit. Perlu kebesaran hati dan lapang dada u...
-
Oleh: S. N. Aisyah Kau tahu seberapa bodoh manusia? Ia hanya akan mendengar apa yang ingin ia dengar. Ia hanya akan melihat apa ...
-
5 Rekomendasi Buku Nonfiksi Untuk meningkatkan Kualitas Hidup sumber foto Januari hampir berakhir, nih. Semangat memulai hidup baru di a...
-
sumber gambar Identitas Buku Judul : Atomic Habits Penulis : James Clear Penerjemah : Alex Tri K...

