Tampilkan postingan dengan label BPMC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BPMC. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Oktober 2025

Day 31 Breaking The Prison of Mind's Cage

 Well, What a week of emotional fluctuations! Benar nyatanya, keyakinan kita, kata-kata kita itu, akan ditagih kebenarannya. Ayo lebih commit lagi dengan perkataan dan keyakinan kita. Ingat, tak ada yang akan berubah jika tak ada usaha. Kamu bisa bilang A sampai Z tapi, tanpa tindakan nyata dan tanpa mewujudkannya, semua hanya akan sia-sia. Memang benar, kita pasti akan jatuh lagi, negatif thinking lagi, overthink, baper. Tetapi, seperti yang dikatakan dalam buku Mengapa Tidak Pernah Ada yang Memberitahuku?, pikiran itu bukan fakta. Opini bukan fakta ia bisa jadi benar, bisa jadi salah. Lucu sekali saat kita menegtahui teori tetapi menjadi gagu saat mempraktekkannya. Be negative, Be Overthink, Be extra but don't stop there. You can slowly reduce it. You also can do better. 

Anyway. Please bear with me. Give us chance, yeah? Okay? 

Rabu, 29 Oktober 2025

Kamis, 23 Oktober 2025

Day 30 Breaking The Prison of Mind's Cage

Sudah tiga puluh hari. Tetap lanjutkan, ya. Jadikan tiga puluh hari ini pembelajaran buat kita. Di hari ke-30 ini, mari tuliskan kata-kata yang kita tempel di dinding kala itu, kata-kata yang kita lahirkan sesaat sebelum meringkuk dalam penjara ini. 

1. Satu kata dalam satu hari akan menjadikannya satu kalimat. Satu kalimat dalam satu hari akan menjadikannya satu paragraf. Satu paragraf dalam satu hari akan menjadikannya satu wacana.

2. You can't throw away the past. But every time you wake up and breath you still have a new chance,  new sheets to write on

3. Jika ditunda terus tanpa ada uzur, tanpa terasa waktu akan habis.Yang tertinggal hanyalah penyesalan.

'Jika saja kulakukan lebih awal. Jika saja dulu kulakukan.' Yakinlah kau tidak menginginkannya! Kau punya waktu sekarang. 

4. Penundaan akan menjadi baik atau buruk. Kukira salah satu hal yang berperan penting dari itu adalah niat dan perhitungan.

5. Masa lalu adalah tempat untuk belajar bukan tempat untuk hidup!

Sepertinya lima ini cukup untuk sekarang. Ini adalah tulisan dari dinding beberapa tahun lalu. Tak  menyangka pernah berpikir seperti ini.  Those days, just a few days after the downfall. Look how hard you keep maintain your mind. You tried. And You still trying. Those words on the wall, those thoughts on your mind, those are yours. Gift from God through life, people, and experiences. I know, you too so grateful for that, right? Cause I do too. Let's keep going. Let's keep trying untill the breath is not ours to take. 

Kamis, 23 Oktober 2025

Rabu, 22 Oktober 2025

Day 29 Breaking The Prison of Mind's Cage

Kemarin nulis tentang 'lakukan saja.' Tadi, lihat salah satu postingan Dr. Julie Smith, ada dua poin yang menarik perhatian saya. Poin pertama, otak belajar melalui bukti dan poin kedua, otak juga belajar melalui repetisi. Ini mengingatkan saya tentang teori growth mindset dari Mindset,  teori snap judgment dari Blink, dan teori identitas serta teori dua menit dari Atomic habit.  Sangat masuk akal jika dikatakan bahwa kita dapat me-reset otak kembali. Sebab, memulai sesuatu yang baru adalah belajar dari nol hingga menguasainya. 

Dr. Smith berkata bahwa otak belajar dari bukti. Oleh sebab itu, membangun, membentuk, atau mewujudkan suatu hal tak cukup hanya dalam pikiran atau ucapan saja. Otak memerlukan bukti nyata.

Contohnya kita berjanji akan berubah menjadi lebih baik atau akan melakukan sesuatu. Kita serius akan hal itu, terus memikirkannya dan membicarakannya. Dua hal tersebut tak akan membantu otak untuk mempelajari cara mewujudkan perubahan atau mengerjakan hal yang ingin kita kerjakan itu tanpa diiringi bukti. 

Bahkan, hanya membicarakannya terus menerus dapat  menghasilkan gratifikasi instan dari rilisan dopamin yang menipu diri, memberikan kesan seolah hal itu telah terjadi atau dilaksanakan. Padahal, kita perlu mengajari otak untuk percaya bahwa kita bisa berubah dan mencapai sesuatu itu. Otak hanya memerlukan bukti untuk mempercayainya. Bukti itu dapat kita peroleh dari tindakan nyata. Doing our saying is the best way to become someone that you trusted. To get that confident. 

Otak belajar dari repetisi. Maka, untuk menguasai atau menjadi ahli kita hanya perlu mengajari otak untuk mengenalinya dengan melakukan hal tersebut berulang kali hingga membentuk kebiasaan, bahkan jati diri.

Mengadopsi mindset berkembang, dengan mempercayai proses dan menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses tersebut adalah cara pandang yang tepat untuk tetap berjalan mewujudkan tujuan kita. Berdasarkan teori identitas, kita dapat membangun diri dengan mengadopsi identitas yang kita inginkan kemudian berlaku seperti identitas tersebut. Jika berat, terapkan teori dua menit, perlahan dari skala kecil hingga skala maksimal yang dapat membawa kita pada tujuan itu. Terus secara berkala dan berkesinambungan. Kemudian, seiring dengan pengalaman dan kemampuan yang terus diasah berulang-ulang inilah yang  membuat otak kita terbiasa mengenali suatu pola bahkan secara subtle. Kemampuan yang terus diasah akan menjadikan kita ahli. Akumulasi data, pengalaman, latihan, dan keahlian dalam waktu yang lama inilah yang menyebabkan seseorang dapat berpikir cepat, menilai sesuatu dengan hasil yang baik dalam hitungan sekejap mata, snap judgment. 

Oh, ya. Saya jadi ingat saat dulu mengaji, dikatakan bahwa Iman itu diyakini dalam hati, diucapkan oleh lidah, dan dibenarkan oleh tindakan. Seperti memberikan bukti pada otak. Menjadikan ia sesuatu yang nyata dan dapat dipercaya oleh diri sendiri. Lalu, di dalam agama, disiplin dan repetisi itu diajarkan dengan nyata. Salah satu contohnya solat. Dalam islam, sekurangnya seorang muslim hendaknya solat lima kali dalam sehari, membaca Al-fatihah (yang berisi tentang pengakuan kita atas Tuhan, pengakuan diri sebagai hamba-Nya, dan memohon petunjuk dari-Nya) di setiap raka'at. Dalam sehari minimal 17 rakaat. Tujuh belas kali repetisi surah Al-Fatihah. Dan ...ada begitu banyak ibadah lainnya yang mendekatkan kita kepada kebenaran dan kebaikan. Menumbuhkan iman/keyakinan. Bukankah ini juga seperti mengajari otak cara untuk membangun keyakinan dan kebiasaan? Mengajari kita cara menjadi pribadi yang dapat dipercaya? Atau seperti itulah kira-kira yang saya pahami tentang hal ini. Bisa saja saya salah memahami, Allahu alam.

Rabu, 22 Oktober 2025

Selasa, 21 Oktober 2025

Day 28 Breaking The Prison of Mind's Cage

Mungkin cara terbaik untuk sekarang adalah tindakan. Meskipun sederhana. Meskipun kecil. Lakukan saja dulu selama itu hal yang baik. Kita memang memiliki gambaran masa depan yang kita inginkan, tetapi tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tak perlu terlalu khawatir berlebihan. Mungkin kita belum orang yang baik. Belum menjadi orang yang pantas dan masih memiliki banyak kesalahan. Yang dapat kita lakukan adalah mencoba dan terus mencoba. Seperti pepatah, jika kita terjatuh 1000 kali, maka, sekurang-kurangnya kita harus bangit 1001 kali. Jangan nyerah, ya. Mungkin coba terapkan lagi teori yang sudah dipelajari. Tindakan juga sama pentingnya dengan pikiran. Begitu pula keteguhan hati. Bukankah dari tiga hal tersebut manusia dapat diukur? Namun, ini bukan hanya tentang siapa yang lebih atau siapa yang kurang tetapi siapa yang terus berusaha berjuang hingga waktunya datang. 

Selasa, 21 Oktober 2025


Senin, 20 Oktober 2025

Day 27 Breaking The Prison of Mind's Cage

Dua belas tahun lalu, guru puisi saya bertanya, "Mengapa menulis?" 

Tanpa tahu jawabannya, saya berkata, "Saya ingin menulis dari sudut pandang sendiri." 

Terdengar bodoh dan egois. 

Meskipun begitu, kebodohan dan keegoisan itu masih berjuang untuk terus menulis. 

Entah mengapa. 

Tetap menawarkan satu sudut pandang kecil dari miliaran pandangan di dunia. 

Sampai saat ini, masih belum menemukan jawaban pasti atas pertanyaan itu. 

Namun, satu hal nyata yang tak dapat dipungkiri. 

Menulis menolong jiwa saya dari kesengsaraan dunia. 

Senin, 20 Oktober 2025

Day 26 Breaking The Prison of Mind's Cage

Hampir melewatkan menulis hari ini. Ingin menyerah, tetapi itu bukan pilihan. Kembali ingat apa yang dikatakan Abang saat di rumah sakit hari itu. Kira-kira beliau berkata, "Apapun yang terjadi, semua adalah bagian dari takdir, kehendak Tuhan. Semua sudah tertulis di Lauhul Mahfuz. Baik itu hal yang kita anggap baik maupun buruk. Yang paling penting adalah bagaimana kita menerima, menghadapi, dan menjalani takdir itu." 

Jadi ingat lagi, kalau tidak salah, Takdir itu ada yang bersifat tetap dan ada yang dapat diubah. Takdir yang tetap sudah tertulis sejak sebelum kita lahir. Lalu ada takdir yang ditulis secara tahunan, ini menjelaskan bagaimana manfaat Lailatul Qadar itu dapat terlihat. Saat takdir dituliskan kembali. Kemudian ada takdir yang ditulis harian, berdasarkan keputusan-keputusan yang kita ambil. Kalau tidak salah begitu. Belum bisa kasih referensi. Nanti insyaallah saya cek lagi. 

Minggu, 19 Oktober 2025

Sabtu, 18 Oktober 2025

Day 25 Breaking The Prison of Mind's Cage

Membaca beberapa tulisan lama. Ada perasaan yang aneh. Ke manakah orang yang menulis itu sekarang? Dulu selalu yakin bahwa seiring berjalan waktu manusia akan terus berkembang, akan terus berevolusi. Sudut pandang yang terlalu sempit untuk jiwa anak muda. Tidak pernah terbayangkan bahwa otak dapat menyusut. Sebab sebelumnya tak pernah berpikir akan berhenti dalam keterpurukan. Masih percaya bahwa manusia dan otaknya akan selalu berkembang, bukan dalam bentuk fisik, namun kemampuannya. Berkembang ke arah yang baik atau yang buruk.Ya, berkembang ke arah yang buruk bukanlah perkembangan tetapi degradasi. Namun, satu hal yang mesti diingat, otak, otot, mental, dan spirirtual itu sama. Semakin diasah, semakin tajam dan jernih ia. Semakin digunakan, bukannya semakin aus, namun, semakin kuat. 

Itulah yang membedakannya dengan material-material tak bernyawa. Bahkan benda-benda tak bernyawa pun akan hancur jika didiamkan dalam waktu yang lama. Kecuali ia hasil tempaan yang tak biasa. 

Intinya, tempa diri aja, udah. 

Sabtu, 18 Oktober 2025

Jumat, 17 Oktober 2025

Day 24 Breaking The Prison of Mind's Cage

Mungkin hal yang paling berat tetapi paling meringkankan adalah memaafkan. Kata sederhana yang rumit. Perlu kebesaran hati dan lapang dada untuk dapat memaafkan. Namun, dari berbagai macam bentuk maaf itu, yang manakah yang paling sulit? 

Selasa, 14 Oktober 2025

Day 21 Breaking The Prison of Mind's Cage

Hari ke-21. BPMC hari ke-20 tak layak konsumsi publik. Maka tak dirilis. 

Anyway. Di hari ini, mari bicarakan tiga kata.

Minggu, 12 Oktober 2025

Day 19 Breaking The Prison of Mind's Cage

It's Raining! 

Hujannya turun dengan lebat. Langit sangat muram, awan hitam terlalu banyak. Cahaya matahari terlihat seperti lampu neon putih yang separuh tubuhnya sudah sekarat. Baru Jam lima sore, tetapi suasana sangat gelap dan dingin. Deru angin dan hantaman hujan, membawa ketenangan yang janggal. Kalo boleh jujur, ini sangat indah. Pada dasarnya alam itu indah, ciptaan Tuhan indah. Ya, begitulah. 

Sabtu, 11 Oktober 2025

Day 18 Breaking The Prison of Mind's Cage

Hi! Have you done your first step? I know you still figure it out, right? Don't worry, I got you. 
Just remember step by step, one by one. That's how you start. Let's go.

Jumat, 10 Oktober 2025

Day 17 Breaking The Prison of Mind's Cage

Satu hal yang perlu kamu mengerti, jika kamu memang mencintai sesuatu perjuangkanlah ia. Bukan karena kamu berhak mendapatkannya, tetapi sebab ia berhak diperjuangkan. Entah itu seseorang, hubungan, atau mimpi-mimpi.  My brother once said, if your dream doesn't make you wake up for tahajud, it means, you never really wanted it. I think he's right. And i dont't think i did it right--yet.

Kamis, 09 Oktober 2025

Day 16 Breaking The Prison of Mind's Cage

Kebohongan yang kamu ciptakan untuk diri sendiri adalah bahwa kamu terjebak dan buntu. Percayalah, tidak ada satu hal apaun yang abadi kecuali Tuhan Yang Maha Menciptakan. Tidak ada suatu usaha pun yang tak membuahkan hasil. Baik usaha baik atau buruk, maupun hasil yang baik atau buruk. 

Jika diibaratkan ini seperti hukum Newton 3. Setiap aksi mendapatkan  reaksi yang sama besar dan berlawan arah. Dengan kata lain usaha yang kita tuangkan akan kembali pada kita dengan kadar yang sama besar. Setiap tenaga yang kita kerahkan itu selalu kembali pada kita. Mungkin kita hanya tidak menyadarinya. Contohnya saat kita mendorong dinding. Kita mengerahkan gaya untuk mendorong  tembok, gaya itu kembali pada kita dalam bentuk penolakan (seperti juga sentakan saat menembakkan senapan). Akan tetapi, sebab dinding tak bergerak sedikitpun kita mengira bahwa tak ada yang terjadi. Padahal, dinding memberikan kembali gaya itu pada kita. 

Jadi, untuk waktu berikutnya, jangan ragu dengan setiap usaha. Ia akan berwujud dan menghasilkan sesuatu hanya saja kita tak mengetahuinya. Seperti saat mendoirong dinding. Lain kali, cobalah juga mengerahkan daya pada hal yang tak hanya menghasilakan lelah seperti mendorong dinding. Hey! tapi mendorong dinding juga memberikan manfaat seperti melakukan push up dinding. Kamu menjadi semakin kuat. Don't forget to look up to the bright side. Cause, I do always look at it--The Bright side. Even if no one knows. Not even The Bright side itself. 

Kamis 09 Oktober 2025

Rabu, 08 Oktober 2025

Day 15 Breaking The Prison of Mind's Cage

Yang perlu dipelajari adalah mengelola emosi, perasaan, dan pikiran. Kelola asumsi. Jangan berasumsi yang tak perlu. Bukankah kamu banyak belajar dari dia? Ya, tentu saja sulit untuk mengubah sesuatu yang telah hidup menemani dalam diri kita selama bertahun-tahun. Namun, bukankah kamu sudah lihat perspektif baru itu? Bukankah itu dapat dipertimbangkan? Bukankah itu hal yang Indah? Yang ingin kamu perjuangkan? Kamu tidak akan bisa melangkah lebih jauh bila mempertahankan pola pikir yang buruk ini terus. Bukankah kamu sudah belajar darinya? 

Rabu, 08 Oktober 2025

Selasa, 07 Oktober 2025

Day 14 Breaking The Prison of Mind's Cage

Sering kali saat ingin berubah kita bertanya tentang apa yang harus kita lakukan atau kita tambahkan. Akan tetapi jarang bertanya apa yang harus kita lepaskan. Padahal, terkadang, untuk berubah, kita harus melepaskan hal-hal yang menghambat perkembangan diri. Merelakan kesenangan sesaat dan kenyamanan yang tak memberikan kita perkembangan. Kenyamanan yang perlahan-lahan menghancurkan dari dalam. 

It's hard? If you let it be. You've come this far. No, don't compare. Whatever you are, Wherever you are, and Whoever you are now is something about however you did dan why you did it. The rules is still the same. If you wanna different What, Where, and Who you wanna be, change the process into better, change the why and how. Not the YOU. 


Selasa, 07 Oktober 2025

Senin, 06 Oktober 2025

Day 13 Breaking The Prison of Mind's Cage

Mungkin saja perasaan tak karuan itu berasal dari ruminasi pikiran yang tak diselesaikan. Bukan hanya perkara besar, hal-hal yang tampaknya selepe tetapi tak dilaksanakan juga dapat menjadi tumpukan kerikil tajam yang akan membuat perjalanan melelahkan dan menyakitkan. 

Cobalah perlahan-lahan lihat kembali hal-hal apa yang kamu pikirkan dan janjikan untuk diselesaikan. Janji-janji pada diri sendiri. Kata-kata pada diri sendiri yang belum kamu penuhi. Mulailah dari sana. Sesederhana memenuhi satu perkataan atau memegang perkataan sendiri. Mulai dari sana. Misalnya, sesederhana janji untuk menulis satu kalimat hari ini. Sesederhana memenuhi perkataan 'akan menyetrika jam 8 malam' atau 'makan es krim kalau berhasil menyelesaikan sesuatu'.Tampak remeh, namun, jika diabaikan ia akan menjadi pikiran tak selesai. Menguras kepercayaan kita terhadap diri sendiri. Perlahan-lahan, sisir semua pikiran yang tak selesai itu. Jadilah orang yang memegang kata-katanya. Awalnya mungkin terasa sulit. Tapi, percayalah. Kita bisa. 

Lalu, perlahan-lahan pula. Bangunlah dirimu seperti yang kau impikan. Tentu saja, semua hal butuh usaha. Dan, usaha itu akan tetap berharga, berarti, bermakna, walaupun jika nanti berakhir tak seperti yang diharapkan. Bagian terpenting adalah yakin dan usaha. Kemudian serahkan pada Tuhan atas hasilnya. 

Senin 06 Oktober 2025

Minggu, 05 Oktober 2025

Day 12 Breaking The Prison of Mind's Cage

It's been cold rainy sunday. Loves this weather. I am so not productive today. Did crazy things instead of useful ones. Then I learn about me. I won't look away for what I am on those moments. Let's try to be better. Just don't quit. Keep trying. Trying and trying. It could be sounds bullshit but only if you let it be one. Please don't give up. Not until your time is up!

Sunday, October 5th 2025

Sabtu, 04 Oktober 2025

Day 11 Breaking The Prison of Mind's Cage

Alasan. Mungkin alasan adalah hal yang sangat diperlukan dalam menjalani sesuatu. Alasan adalah suatu  keadaan, hakikat, atau dasar  yang dimiliki oleh suatu entitas yang mendorongnya untuk bertindak atau tidak terhadap sesuatu. Ia menggerakkan jiwa. Sebagai manusia, memiliki tujuan tanpa alasan seperti menggerakkan mesin untuk menjalankan misi yang tak tahu mengapa misi itu dijalankan. Alasan memberikan makna bagi kehidupan. Ia dapat memaku kita pada satu tujuan. Memberikan arah dan makna. Alasan dapat merekat, mengikat, menggerakkan seseorang lebih kuat dibanding motivasi dan tujuan. Di sisi lain, alasan juga jadi bumerang.Ya, seperti mencari-cari alasan. Membenarkan keadaan yang tidak tepat. Bahkan pembenaran keadaan yang tak tepat itu tetap membuat alasan lebih kuat menggerakan, melepas,  atau mengikat manusia. Jadi, jika kau ingin mencapai sesuatu tanyakan pada dirimu alasan itu. Temukan ia. Kenali. Ciptakan. Sebab ia akan membantumu dalam mencapai tujuanmu. 


Jumat, 03 Oktober 2025

Day 10 Breaking The Prison of Mind's Cage

Jujur terhadap diri sendiri mungkin merupakan cara yang paling tepat untuk mengenal dan memahami diri. Penting untuk mengurangi bias (positif maupun negatif ) dalam diri. Ketika pikiran-pikiran negatif atau bias positif muncul, kita butuh jeda sejenak untuk melihat secara objektif dan lebih jernih. Cobalah untuk mengevaluasi penilaian terhadap diri. Memang sulit untuk dilakukan, namun, tidak ada salahnya dicoba. 

Kamis, 02 Oktober 2025

Day 9 Breaking The Prison of Mind's Cage

And we found both sadness and beauty at hospital. Saw so many faces, and witnesses how they embrace their fate. And even in the hardest and worst days there's always something good God gives us. 
"اۗفَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرً"

Mental Health

Berikut ini adalah gubahan dari catatan pada Seminar Mental Health di acara Festival Literasi Riau, 01 Oktober 2025 yang digelar oleh Perpus...