Senin, 17 Maret 2025

Books: Angkong Hantu

Oleh: S. N. Aisyah


Apakah kalian percaya hantu? Apakah hantu adalah suatu hal yang nyata ataukah ia hanyalah ilusi yang lahir dari ketakutan manusia? Kali ini saya akan bercerita sedikit tentang hantu. Pada awal Februari tahun ini, saya putuskan untuk menghabiskan sebagian besar hari minggu di perpustakaan daerah. Di sanalah saya bertemu dengan Angkong Hantu. Ya, sebuah buku seri Fiksi Klasik. Mantap hati saya untuk menyelamatkan buku kecil dan tipis itu dari rikuhnya berhimpitan dengan buku-buku lain. Sebuah tindakan heriok, bukan? Haha. Anyways. 

Intinya, saya membaca buku yang berisi hanya dua judul cerita pendek Karya Rudyard Kipling ini. Kedua cerpen itu adalah "Angkong Hantu" yang kemudian diangkat sebagai judul buku dan "Sebuah Penipuan Bank". Seperti halnya karya-karya yang disuguhkan dalam kehidupan manusia, saya juga menemukan hal-hal menarik dalam dua cerita pendek ini. 

Sabtu, 15 Maret 2025

Fiksi Mini: Nekromansi

Oleh: S. N. Aisyah


Pukul sepuluh. Malam ini, seperti yang dikatakannya, bulan biru (the blue moon) bertengger di langit.

Ponselku bergetar, sebuah pesan masuk.

 “Di depan.”

Kusibak tirai jendela. Helen—si anak gotik—berdiri tepat di seberang rumahku. Kulitnya yang pualam terlihat semakin pucat pasi di bawah naungan rembulan. Segera kutemui ia. Tak lama kemudian, kami sudah berada jauh di perut hutan. Tepat di bawah rindang pohon beringin, Helen mengeluarkan sebuah kapur putih, 5 lilin, 5 bagian tulang, sebuah kerangkeng kecil, macis, dan sebilah pisau lipat dari tasnya. Ia menggambar lingkaran serta bintang bersudut lima di tanah dingin menggunakan kapur lalu menyusun lilin dan tulang di tiap-tiap sudut bintang.

”Duduklah,” ucapnya. Kandang berisi tikus dan ransel yang menggembung tergeletak di sisi kirinya.

”Kau … yakin?” tanyaku. Ragu-ragu pula aku duduk di hadapannya.

“Tentu saja!”  jawabnya tegas. Kemudian, ia kembali merogoh tasnya.

Dag!

Jantungku jatuh ke dasar perut saat ia menaruh bangkai kucing di antara kami.

Sabtu, 08 Maret 2025

Cerpen: Tak Ada Hukum Newton Hari Itu?

Oleh: S. N. Aisyah


Hukum I: Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja untuk mengubahnya.

Hukum II: Perubahan dari gerak selalu berbanding lurus terhadap gaya yang dihasilkan/bekerja, dan memiliki arah yang sama dengan garis normal dari titik singgung gaya benda.

Hukum III: Untuk setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah: atau gaya dari dua benda pada satu sama lain selalu sama besar dan berlawanan arah.

Aku bersyukur akan teori Newton. Sangat berguna dalam kehidupan. Aku kagum pada para fisikawan namun bukan fanatik yang memahami segala macam keabstrakan yang berguna itu. Maksudku, aku harus menjalani tiga kali perbaikan hanya untuk menemukan simpangan vektor sampan yang sedang menyeberang di arus sungai yang kuat. Mungkin itu pulalah yang menjadi sebab salam perpisahanku dengan ilmu benda mati ini. Aku suka belajar, hanya saja tidak rajin mempelajarinya. Kau mengerti maksudku, kan?

Sewaktu sekolah, aku sering membawa buku-buku berat. Buku-buku pelajaran yang tebal-tebal itu sering kutenteng bolak–balik, sekolah—rumah. Tak pernah sedikitpun berniat meninggalkannya di loker seperti teman-teman lain. Buku-buku yang seberat ’beban hidup anak SMA’ itu harus kubawa pulang.

Mental Health

Berikut ini adalah gubahan dari catatan pada Seminar Mental Health di acara Festival Literasi Riau, 01 Oktober 2025 yang digelar oleh Perpus...