Kamis, 31 Juli 2025
Fiksi Mini: Perspektif
Rabu, 30 Juli 2025
Book: Sebuah Pengakuan terhadap Pengakuan
Oleh: S. N. Aisyah
Saya akan mengaku. Saya tak begitu ”mengenal” Leo Tolstoy hingga saat ini. 'Pertemuan' pertama saya dengan Leo terjadi saat duduk di bangku sekolah menengah atas. Melalui sebuah buku teks Bahasa Indonesia, saya membaca penggalan cerpen “Berapa Banyak Tanah yang Dibutuhkan Manusia.” Sejak itu, kisah tersebut melekat di hati saya hingga bertahun-tahun kemudian. Tiap kali mengobrol tentang cerpen favorit, saya selalu menyebutkannya. Meski saat itu saya tak tahu apapun tentang Tolstoy bahkan tak pernah ingat judul maupun nama pengarang dari cerpen yang memikat hati saya tersebut. Dan ... tak pernah mencari tahu.
Sabtu, 26 Juli 2025
6 Hal ini Akan Membuat Kegiatan Membacamu Lebih Optimal
Oleh: S. N. Aisyah
Banyak penelitian yang mengungkapkan betapa besarnya manfaat membaca. Kebiasaan membaca akan memberikan dampak positif bagi si pembaca. Selain menambah pengetahuan, membaca adalah salah satu jenis olahraga otak terbaik. Membaca dapat meremajakan otak manusia sehingga ia memiliki ingatan yang kuat. Dari membaca kita juga dapat mengasah keterampilan otak, membantu kita untuk berpikir kritis, menajamkan rasa simpati dan empati, memperkaya kosakata, memperkaya pengalaman (secara tidak langsung), serta memperluas sudut pandang. Lalu bagaimana cara mengoptimalkan kegiatan membaca? Berikut ini adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan kegiatan membaca
Jumat, 25 Juli 2025
Thought:
This internet fasting thing isn't working out as I aim to. In fact, I can't let go of it completely yet. And I think it's because the reason behind this idea is to avoid something that occupied my mind — the social media addiction. And I realized it's not about I can't live offline. In fact, I can. But when it comes to this addiction, I failed again. So now, I am gonna let go of things slowly. Now it's not internet fasting, but it is kinda a social media diet. And, yeah. That's it. Good or bad. Who knows.
Kamis, 24 Juli 2025
Fiksi Mini: Menolak Gila
Oleh: S. N. Aisyah
Sepertinya kawanku sudah sinting. Ia baru ‘kan beranjak tidur saat sang fajar menyundul langit. Dari senja ke pagi, berkutat dengan buku-buku di kamar. Aku paham ia suka membaca, tetapi tidakkah ini berlebihan? Saat kutanyakan pada si sakit, ia hanya berkata, “Aku tak mau kalah.”
Senin, 21 Juli 2025
Poem: Untuk Tuan dan Hujan (Jika saja sajak ini dapat kuterjemahkan)
Oleh: S. N. Aisyah
Tuan, ini kali ketiga kita bersua
Kulihat lindu di matamu
Kau ulas senyum di bibirmu
Tuan, tahukah engkau?
Embusan angin mengelus pipiku perlahan
Berulang kali, hendak menyudahi air mataku
Tak tahu ia, sebab bekuku, dingin nan tak kunjung usai
Tuan, tahukah engkau?
Di sela-sela hujan yang menghunjam
Gagak berteduh dengan sayap basah
Daun trembesi riang tak kepalang
Bangku-bangku taman jilah kembali
Orang-orang bernostalgia, pun menanti bianglala
Sedang aku, duduk berdiam diri
Memintal-mintal mantra dalam sepi
Menjampi rasa dalam sunyi
Tuan, di dekapan hujan nan merajam
Kukatakan sekali lagi,
Perkara hatiku, biarlah ia bergeming
Perkara hatimu, biarkan ia berpaling
Sabtu, 19 Juli 2025
Bagian Satu: Selamat Tinggal
Oleh: S. N. Aisyah
Ini sudah hampir pukul sembilan pagi. Sudah lebih dari tiga puluh menit aku menunggu di alun-alun desa. Namun, belum juga ada tanda-tanda kedatangan kawan-kawanku. Mungkin saja mereka lupa, asyik menonton siaran kartun minggu pagi. Oh, atau mungkin mereka masih bermain di sungai? Jangan-jangan mereka tidak bisa datang sebab membantu orang tua bekerja? Apa aku pergi saja?
Kini aku mulai mengingat masa silam, membuat dadaku sesak. Aku ingin menangis. Tapi, anak lelaki tak seharusnya cengeng. Maka kutahan-tahan air mata yang hendak jatuh itu. Entah mengapa, alun-alun terasa lebih sepi. Kantor kepala desa di seberang halaman lengang, markas ibu-ibu PKK juga kosong. Pendopo ini pun tak disinggahi oleh seorang pun selain diriku.
Jumat, 18 Juli 2025
Thought:
I need to live offline, so I kinda wanna challenge myself. To not touch any kinda gadget if it's not important. And I am aiming to go as offline as I could. So, These two-week (14th July--26th July) posts are scheduled since 13th July 2025. Hopefully, I can make it offline until 26th July 2025. While I go write by hand. Feel how it felt like the old days. Feeling that feeling again, distribute the tangled mind and--maybe feelings-- through hand to pen and to papers. So, let's see if we can stick to it, Buddy! Enjoy your no-internet life.
Kamis, 17 Juli 2025
Fiksi Mini: L’Amour
Oleh: S. N. Aisyah
”Katakanlah sesuatu,” ucapnya lirih. Di bawah lampu neon, wajah itu terlihat indah, walau mata beningnya menyala dalam amarah. Namun, tak ada kata yang dapat kuberikan padanya.
”Baiklah. Aku takkan mengganggumu lagi." Ia kembali bersuara setelah lama kami duduk dalam hening.
Ucapannya menaruh sayatan yang tak pernah kuduga. Bukankah ini seharusnya mudah?
Rabu, 16 Juli 2025
Burn In Fahrenheit 451
oleh: S.N. Aisyah
Judul : Fahrenheit 451
Pengarang : Ray Bradbury
Alih bahasa : Celcilia Ros
Editor : Alodia Yovita
Penerbit : Elex Media Komputindo
ISBN : 978-602-02-1320-0
Pertemuan saya dengan buku ini dihantar oleh seseorang yang saya hormati. Beliau mengatakan, ”Buku ini bagus,” dan saya mempercayainya. Buku yang ditulis oleh Ray Bradbury ini berkisah tentang pergolakan yang terjadi dalam diri Guy Montag—tokoh utama--, seorang anggota 451, lembaga pemadam kebakaran yang ironisnya bekerja sebagai penyulut api. Terutama bagi buku. Ya, ini cerita tentang dunia yang melarangmu membaca buku.
Sabtu, 12 Juli 2025
Sebuah Esai dari Masa Silam
Kebuntuan menulis untuk pekan ini, membawa saya kembali pada folder lama. Saya membaca tulisan yang kira-kira berusia tiga tahun lalu ini. Tulisan yang lahir dari renungan hasil webinar bertemakan mental health bagi wanita yang dipadu dengan hasil bacaan buku. Setelah membacanya kembali, saya terkejut atas kewarasan saya saat itu. Juga sangat takzim betapa buruk saya menuliskannya. Maka, dengan mengedit semampunya, tulisan ini saya bagikan. Masih belum bagus, tetapi percayalah, ini sudah diedit. 😅
Berikut hasil akhir tulisan ini setelah direvisi teknis penulisannya dengan mempertahankan isi seutuhnya.
Jumat, 11 Juli 2025
Thougth:
I'm completely beaten up by my own thoughts. It's just so hard to believe in something that I've denied for so long—something that has betrayed me so many times. I wanna get out of this prison of me. So bad. I'm trying, I really am. But the way I've betrayed myself shatters me. I blame no one but me. It's so hard.
Still, here I am, telling myself not to give up. I won't. This stupid letter will be the witness—either I will get up and meet my promise, or it will be just another bullshit of betrayal.
Kamis, 10 Juli 2025
Fiksi Mini: Jangan Dekati Lurah!
Oleh: S. N. Aisyah
Sudah beberapa kali nenek melarang kami turun ke lurah itu. Berbahaya, begitu kata nenek. Namun, bahaya apa yang mungkin dihadang oleh sekumpulan remaja apabila turun ke lembah yang amat landai jika bukan hewan liar, potensi tertimbun longsor, terlelap banjir, dan bencana alam lainnya?
Tidak, aku tidak mengkerdilkannya. Hanya saja, lurah ini berjarak tak lebih dua puluh langkah dari halaman rumah nenek. Tepat di seberang jalan setapak. Tidak jauh. Bahkan, nenek dapat menjewer seraya menyeret paksa kami dalam hitungan menit bilamana kami tetap tak boleh juga turun ke sana. Tak ada hewan liar di sekitar sini, tak ada tanda-tanda tanah longsor. Bahkan, setiap curah hujan bertonton turun sekalipun, belum pernah lurah itu tergenang air. Dengan kata lain, sejauh yang kami tahu, lurah itu tak mungkin berbahaya.
Senin, 07 Juli 2025
Poem: Anjing
Oleh: S. N. Aisyah
Keterlaluan!
lagi-lagi anjing menyalak
garang,
menggonggong,
memecah malam yang sunyi
memaki tiap kali
mataku terpejam
Dasar!
saban siang, kerjanya hanya tidur saja!
terpekur
di lekuk-lekuk otak
mendengkur
dalam kotak-kotak
Apa maunya?!
Kini pagi jadi malam
siang jadi petang
dan malam tempat kami bertandang
07 Juli 2025, 05.05 WIB
Sabtu, 05 Juli 2025
Bagian Satu: Pemakaman
Oleh: S. N. Aisyah
Apa yang dibawa oleh kematian? Apa yang dibawa oleh perpisahan jasad dan jiwa manusia? Apakah perpisahan itu menitipkan duka-lara, penyesalan, penghakiman, kesedihan, rindu, kenangan atau mungkin sebuah kebahagiaan?
Rabu kelabu itu, bersama awan hitam yang bergulung-gulung di langit, jenazah Rosmalina ditanamkan ke dalam perut bumi. Doa melantun syahdu. Pelayat berkerumun, mengantar Rosmalina pada pembaringan terakhirnya. Sesekali terdengar isak juga tangis dari karib-kerabat serta kenalannya. Dapat kulihat wajah prihatin kawan arisan, mantan rekan, anggota komunitas, kolega-kolega bisnis suami, tetangga, juga orang-orang lain yang bahkan tak pernah bertatap muka dengannya. Semua seolah berlomba-lomba, menunjukkan betapa sedihnya mereka ditinggal mati oleh nyonya kaya-raya itu. Ya, seolah semua orang merana ditinggal mati oleh Rosmalina. Tapi agaknya tidak bagi pemuda itu.
Jumat, 04 Juli 2025
Thought: Bangku Suporter
Saya selalu meyakini bahwa saya adalah seorang suporter--pendukung bagi orang lain. Bukan karena ingin disukai, diterima, atau takut ditinggalkan. Hanya tak ingin orang lain merasa buruk dan merasa sendirian. Setidaknya itulah yang saya percayai.
Namun, saat saya bercakap dengan seseorang, dia mengatakan bahwa saya melakukan semua hal sebab saya takut dihakimi.
"Masa', itu aja nggak mau bantu."
Seperti itu kira-kira suara yang takut saya dengar--menurutnya.
Kamis, 03 Juli 2025
Fiksi Mini: Jangan Menoleh!
Oleh: S. N. Aisyah
Aku sering kali mendengkus ketika lagi-lagi mereka membahas hal itu. Bayangkan saja, ada setan wanita yang mengikuti Sutan Rangkayo minggu lalu. Katanya, minta diantar pulang, membonceng sepeda motor lelaki paruh baya itu. Spontan saja, Sutan Rangkayo turun dan lari terbirit-birit meninggalkan sepeda motornya.
Rabu, 02 Juli 2025
Book: A Piece of Childhood in Moby Dick
Oleh: S. N. Aisyah
Poem: Pagi
oleh: S. N. Aisyah
Angin
Belai kepala
Usir kantuk dan rutuk
Matahari
Menyundul langit
Bikin mata menyeringit
Kurentang lengan
Berkawan dengan angan
Meski barang sebentar
Menghadap diri
dengan sabar
June, 2025
Mental Health
Berikut ini adalah gubahan dari catatan pada Seminar Mental Health di acara Festival Literasi Riau, 01 Oktober 2025 yang digelar oleh Perpus...
-
Mungkin hal yang paling berat tetapi paling meringkankan adalah memaafkan. Kata sederhana yang rumit. Perlu kebesaran hati dan lapang dada u...
-
Oleh: S. N. Aisyah Kau tahu seberapa bodoh manusia? Ia hanya akan mendengar apa yang ingin ia dengar. Ia hanya akan melihat apa ...
-
5 Rekomendasi Buku Nonfiksi Untuk meningkatkan Kualitas Hidup sumber foto Januari hampir berakhir, nih. Semangat memulai hidup baru di a...
-
sumber gambar Identitas Buku Judul : Atomic Habits Penulis : James Clear Penerjemah : Alex Tri K...