Fiksi Mini: Menolak Gila

Oleh: S. N. Aisyah


Sepertinya kawanku sudah sinting. Ia baru ‘kan beranjak tidur saat sang fajar menyundul langit. Dari senja ke pagi, berkutat dengan buku-buku di kamar. Aku paham ia suka membaca, tetapi tidakkah ini berlebihan? Saat kutanyakan pada si sakit, ia hanya berkata, “Aku tak mau kalah.”


“Kalah?” tanyaku.


Ia menutup buku The Double karya sang ‘Maestro’ Dostoevsky, lalu katanya, ”Bagaimanapun, aku berperang melawan diriku sendiri. Ini caraku menolak gila, Kawan.”


Jawaban yang aneh. Sebab kini, daripada terlihat waras, ia tampak seperti salah satu tokoh dari buku-buku yang ia baca. 


“Jika memang begitu, jangan pernah menyerah. Namun, janganlah pula berlebihan,” ucapku padanya.


Ia mengangkat alis. Pintu diketuk. Lalu, ia tersenyum penuh arti. Aku bangkit membuka pintu. Terlihat wajah ibu yang amat menyelidik.

"Apa yang kau lakukan? Dengan siapa kau bicara?"

Aku hanya bingung. Mengapa ibu bertanya? Bukankah kawanku menginap sudah sejak lama?

Komentar

Postingan Populer