Poem: Untuk Tuan dan Hujan (Jika saja sajak ini dapat kuterjemahkan)

Oleh: S. N. Aisyah


Tuan, ini kali ketiga kita bersua
Kulihat lindu di matamu
Kau ulas senyum di bibirmu

Tuan, tahukah engkau? 
Embusan angin mengelus pipiku perlahan
Berulang kali, hendak menyudahi air mataku
Tak tahu ia, sebab bekuku, dingin nan tak kunjung usai

Tuan, tahukah engkau? 
Di sela-sela hujan yang menghunjam
Gagak berteduh dengan sayap basah
Daun trembesi riang tak kepalang
Bangku-bangku taman jilah kembali
Orang-orang bernostalgia, pun menanti bianglala

Sedang aku, duduk berdiam diri
Memintal-mintal mantra dalam sepi
Menjampi rasa dalam sunyi

Tuan, di dekapan hujan nan merajam
Kukatakan sekali lagi, 
Perkara hatiku, biarlah ia bergeming
Perkara hatimu, biarkan ia berpaling

Komentar

Postingan Populer