Thought: Apa Kabar Negeriku?
Sekarang, keadaan negara tak baik-baik saja. Ketidakpuasan terhadap kinerja dan kebijakan-kebijakan pemerintahan dapat di dengar di seluruh penjuru negeri. Kita bersuara bukan tanpa alasan. Sedih sekali melihat daftar merah kelakuan pejabat negara itu yang kian hari kian bertambah.
Kian hari, kebijakan-kebijakan yang disuarakan kian mencekik rakyat. Penaikan tunjangan pejabat yang tak masuk akal, di sisi lain pajak rakyat terus melambung. Pernyataan-pernyataan yang mereka lontarkan kerap kali tak berpihak pada rakyatnya.
Para wakil rakyat itu berjoget-joget ria di gedung DPR atau serah terima penghargaan di tempat yang tak dapat terjangkau rakyatnya. Ketika rakyat sedang berdemo minta didengar, mereka tutup telinga. Gila!
Kemarin, 28 Agustus 2025, di tengah riuhnya perjuangan rakyat mencari keadilan, Affan Kurniawan, driver ojek online, berpulang kepada Tuhan. Ia dilindas polisi. Aparatur negara yang mestinya melindungi itu melindas putra bangsa yang tengah membela keadilan. Hati siapa yang tak patah? Pantaskah seorang yang dipercayai untuk melindungi berlaku demikian?
Adakah jalan keluar dari keadaan ini?
Apa yang dapat kita lakukan jika pemimpin kita berlaku zalim? Kepada siapa kita akan bernaung jika bukan pada Tuhan Yang Maha Adil?
Mungkin, usaha dan suara kita akan mengering di telinga mereka. Tetapi Allah Maha Mendengar. Mungkin inilah saat yang paling tepat untuk memohon pada-Nya. Langitkanlah doa-doa untuk negeri ini. Doa-doa untuk pemimpin-pemimpin serta rakyatnya. Doa-doa untuk tanah air kita. Mari kita lengkapi ikhtiar kita dengan doa yang tak putus. Sebab, Tuhan Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ia Maha Adil. Akan datang setiap engkau memanggil. Tak satu doa-pun pulang dengan sia-sia. Hal yang paling dekat yang dapat kita lakukan dalam memperjuangkan bangsa--di samping aksi-aksi dari seluruh pejuang bangsa (dulu, kini dan nanti)--adalah berbenah diri sendiri. Sebab, pemimpin adalah cerminan rakyatnya. Mereka lahir dari kita. Semoga saja dengan berbenah diri, membangun kesadaran diri, berusaha dan--yang paling penting-- berdoa, dengan bantuan Allah, kita dapat mengubah keadaan bangsa ini. Dan, sungguh perjuangan semua pembela kebenaran dan keadilan tak ada yang sia-sia.
Manusia boleh zalim, tetapi Allah Maha Adil.
Komentar
Posting Komentar