Thought: Seven --Too personal-- Things From July
Jadi, di sinilah kita. Jam enam pagi belum unggah postingan, tetapi baru mulai menulis. Tantangan dua minggu kemarin, benar-benar memberikan pelajaran yang nyata. Terutama, saya menjadi belajar banyak hal tentang diri sendiri. About myself, I can say, "It is so bad", but that's the point! To find your weakness and improve it to be better, if you can't kill it entirely.
Let's talk about the good things for that two weeks challenge!
Pertama-tama, saya dapat kembali merasakan menulis dengan pena dan buku. Seperti dahulu, saat-saat saya masih iseng menulis. Itu nostalgia yang cukup bagus. Tangan saya sakit, menulis berlembar-lembar setelah sekian lama tak melakukannya, tetapi sepadan.
Kedua, setelah dua minggu tak mengetik di PC dan kembali mulai mengetik, saya sadar bahwa saya merindukan suara hantaman jemari di keyboard. Sekarang saya mengerti maksud Bukowski.
Ketiga, tantangan dua minggu ini, membuat saya belajar sedikit tentang pola pikir dan kelemahan saya. Itu sangat bagus, kan?
Keempat, setelah dua minggu ditambah lima hari ini, saya belajar untuk mengambil jeda sejenak dengan kesadaran penuh. It's a good thing.
Kelima, saya ternyata merindukan membuka blog. Secara sadar MERINDUKAN. I must be crazy. But, yeah. I am. Dua minggu scheduled post only without touch it directly? Doesn't feel right. Saya menganggap ini pertanda baik. Keep going, Mate!
Keenam, sepertinya saya mulai belajar bersabar dengan diri sendiri selama dua minggu itu. Mencoba mengerti daripada terus memaksanya. Not perfectly patience enough. But there's some progress, I supposed.
Ketujuh, This July, my reading pace is the "lamest" of this entire year. But guess what? At least, I did it conciously for me. Not "just for that stupid target" that I set for my ownself like before.
So, those two weeks Challenge is over. But the lessons remain. Forever--hopefully.
See you again, July.
And, Welcome August!
Okay. Udah dulu.
Komentar
Posting Komentar