Artikel: Anhedonia, Ketika Hidup Terasa Hampa
Oleh: S. N. Aisyah
Apa itu Anhedonia?
Anhedonia adalah keadaan ketika seseorang tidak dapat merasakan kesenangan atau kehilangan minat terhadap sesuatu. Anhedonia bukan sekadar perasaan bosan atau tak tertarik saja. Penderitanya dapat kehilangan kemampuan untuk merasa senang, gembira, bahagia, tertarik atau termotivasi bahkan pada hal-hal yang dahulu ia senangi. Berbeda dengan analgesia (ketidakmampuan merasakan sakit), penderita Anhedonia tetap dapat merasakan sakit, sedih, luka, dan emosi negatif lainnya.
Apa penyebab Anhedonia?
Belum diketahui penyebab pasti dari Anhedonia. Namun, kondisi ini berkaitan erat dengan terganggunya aktivitas sel-sel otak dan/atau terjadi ketidakseimbangan neurotransmitter (zat kimia) di otak yang dapat mempengaruhi proses produksi dopamin (salah satu neurotransmitter) yang memberikan rasa bahagia pada otak.
Apa saja pemicu dari Anhedonia?
Anhedonia sendiri dapat terpicu dari:
1) Gangguan psikologis/mental
Anhedonia dapat ditemukan sebagai gejala dari skizofrenia, depresi berat, dan anoreksia. Akan tetapi bisa saja pengidap Anhedonia tidak disertai dengan kondisi psikologis tertentu.
Selain itu, gangguan mental, stress kronis, dan trauma juga dapat memicu gejala Anhedonia.
2) Penyakit fisik
Mengidap penyakit tertentu yang dapat mempengaruhi ketidakseimbangan neurotransmitter juga dapat menjadi pemicu Anhedonia. Seperti nyeri akut, parkinson, diabetes, jantung atau penyakit fisik lainnya dapat menyebabkan perasaan tak berdaya dan apatisme.
3) Penyalahgunaan obat-obatan
Penyalahgunaan obat-obatan dapat merusak cara kerja otak yang (bukannya tak mungkin) akan mempengaruhi keseimbangan neurotransmitter dan dapat menganggu produksi hormon bahagia.
4) Konsumsi alkohol yang berlebihan
Sama seperti penyalahgunaan obat-obatan, konsumsi alkohol secara berlebihan tak jarang menyebabkan kekacauan kerja otak. Lagipula alkohol jelas tidak baik bagi kesehatan tubuh. Tak hanya secara fisik tetapi juga secara psikologis.
Apa saja gejala dari Anhedonia?
Ada dua jenis Anhedonia, yaitu Anhedonia sosial dan Anhedonia fisik. Seorang pengidap Anhedonia bisa saja memiliki keduanya sekaligus.
Anhedonia sosial adalah perasaan hampa dalam bersosialisasi. Sehingga pengidapnya cenderung menarik diri dari kegiatan sosial.
Gejalanya dapat berupa:
1. Keinginan untuk menyalurkan emosi negatif pada diri sendiri atau orang lain
2. Kesulitan untuk menyesuaikan diri di lingkungan sosial
3. Memalsukan emosi
4. Perasaan bersalah atau tidak berharga
5. Isolasi diri
6. Kehilangan minat pada hobi atau kegiatan
Sedangkan Anhedonia fisik ialah kehilangan sensasi tubuh terhadap sentuhan atau rasa yang diberikan pada tubuh. Contohnya, pengidap Anhedonia tidak dapat merasakan sensasi senang saat makan makanan favorit atau merasa hampa terhadap keintiman fisik seperti pelukan.
Gejalanya dapat berupa:
1. Perubahan nafsu makan atau perubahan berat badan
2. Sulit berkonsentrasi
3. Mengalami masalah kesehatan yang berkelanjutan
4. Tidak dapat menikmati sensasi dari makanan dan minuman
5. Perasaan hampa terhadap keintiman fisik
Bagaimana cara mengatasinya?
Perlu dipahami, Anhedonia patut diwaspadai karena ia dapat menjadi salah satu gejala dari gangguan mental seperti depresi berat, skizofrenia, PTSD, dan anoreksia. Meski tidak semua penderita Anhedonia disertai dengan gangguan mental lainnya, akan tetapi bila diabaikan akan berdampak serius. Apablia Anda melihat gejala-gejala Anhedonia pada orang terdekat atau bahkan pada diri sendiri, sebaiknya segera cari bantuan profesional.
Penangangan Anhedonia dapat berupa:
1) Obat medis
Mencari pertolongan profesional adalah langkah pertama yang harus dilakukan setelah Anda mendeteksi gejala Anhedonia. Dengan begitu, pengidap akan mendapatkan penanganan yang baik berdasarkan pada diagnosis medis yang telah dilakukan. Seperti pemberian obat anti-depresan bagi penderita Anhedonia yang juga mengalami depresi berat (MDD)
2) Terapi
Penanganan Anhedonia juga dapat berupa terapi kognitif perilaku atau cognitive behavioral therapy (CBT) dengan salah satu metodenya adalah mengenali pola pikir negatif untuk menangkalnya dan mengembangkan pola pikir positif pada pengidap Anhedonia.
3) Perubahan Gaya Hidup
Perubahan gaya hidup dapat juga menjadi salah satu cara untuk menyokong penyembuhan Anhedonia. Menjaga pola makan, pola tidur, olahraga, aktivitas fisik dan sosial, serta dukungan sosial dari orang-orang terdekat dan lingkungan dibutuhkan oleh penderita Anhedonia dalam proses penyembuhannya.
Catatan:
Segala macam gangguan kesehatan (fisik dan mental) hendaknya ditangani oleh ahlinya. Penting untuk tidak melakukan diagnosis sendiri. Mengenali gejala adalah salah satu langkah awal untuk memupuk kesadaran diri bukan untuk mendiagnosis. Sebab tidak bisa memutuskan diagnosis hanya dari satu-dua gejala begitu saja. Diperlukan pandangan dan penilaian menyeluruh dari ahlinya. Jika Anda menyadari adanya gejala-gejala tersebut pada orang terdekat atau diri Anda sendiri, segeralah mencari pertolongan profesional untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Anhedonia memang suatu keadaan yang sulit tetapi masih dapat diobati--dengan penanganan yang tepat.
Komentar
Posting Komentar