Day 3 Breaking The Prison of Mind's Cage
Saya bertanya-tanya, mengapa menamai rubrik ini sebagai Breaking The Prison of Mind's Cage. Nama itu begitu saja muncul saat saya mulai menuliskannya. Lalu, kemudian saya berpikir, mengapa menamakannya demikian? Penjara pikiran? Bagaimana keluar dari penjara pikiran? Dengan menjadi optimistis? Dengan menjadi selalu positif? Bahkan saya menuliskan ini seraya berpikir, apa arti rubrik ini bagi saya? Apa bedanya dengan kolom Thought? Pada dasarnya dalam kedua rubrik ini saya sama-sama menulis bebas. Menulis apapun yang ada dalam pikrian tanpa perlu merasa dibatasi atau terikat.
Siapa peduli? I am working on it. No more caged feeling when writing something from your mind. Let it free. As long as it brings no harm and hurts no one.
Konsep dari penjara pikiran itu adalah saat kita mengungkung diri dalam satu sudut pandang yang merusak atau menghambat perkembangan diri dan pemikiran kita. Mempercayai sesuatu yang memasung kita dalam keterpurukan dan ketidakberdayaan. Maka, menulis bebas seperti ini sebagai salah satu upaya merobohkan tembok, menguak jeruji, menerobos sangkar yang memenjarakan itu. Sebelum akhirnya nanti dapat terbang memperluas sudut pandang, belajar lebih banyak, mengambil pelajaran dari pengalaman, dan terus berupaya untuk bertumbuh dan berkembang.
Seperti kanal irigasi yang tersumbat, air adalah pikiran, dan menulis ibarat langkah mengevakuasi penyumbatan guna tersalurkan dan terurainya pikiran-pikiran yang tersumbat/kusut itu. Mengantarnya pada muara benih-benih sehingga benih-benih itu dapat bertumbuh dan berkembang serta menghasilkan manfaat.
Jumat, 26 September 2025
Komentar
Posting Komentar