Thought: (Late) Welcome September!
Welcome September!
Pertama.
Agustus adalah bulan yang berat. Begitu pula September-September yang lalu. Banyak sejarah peristiwa kelam di bulan September. Semoga saja, hujan yang berjatuhan di bulan ini pada akhirnya menyuburkan bibit-bibit kebaikan untuk kita semua. Ini terdengar sangat aneh dan canggung menjadi terlalu positif tetapi mungkin tak ada salahnya menaruh harapan baik untuk masa depan yang cerah bagi manusia. Semoga bangsa ini menjadi lebih baik. Begitu pula seluruh umat manusia di dunia. Kaum-kaum tertindas, semoga segera Allah merdekakan.
Kedua.
Untuk orang yang mengetik tulisan ini, sudah cukup sesi bersabar dengan kelemahan diri sendiri. Kalau manja terus, kau tak akan maju. Bukankah sudah terlalu banyak waktu yang terbuang? Saatnya berbenah diri. Sabar dan lalai itu berbeda. Berani dan ceroboh itu juga hanya beda tipis. Hati-hati dan pengecut itu juga sekilas terlihat mirip. Pilihlah dengan bijak. Kau bisa tangisi September ini atau tumbuh dalam hujannya. Aku tahu kau tak menangisinya tetapi merengek. Yang benar saja! Apa bedanya?! Setiap pencapaian memerlukan pengorbanan. Entah jika kau tak ingin mencapai apa-apa. Terserah kau saja. Namun, ingatlah, segala sesuatu memiliki harga yang harus dibayar. Setiap pilihan memiliki konsekuensi.
Ketiga.
Mengapa suka random sekali menulis? Sepertinya otakku berbelit-belit tak karuan. Entahlah. Apa sebenarnya yang membawa pemikiran dalam otak manusia? Apa pemicu pikiran-pikiran ini? Bagaimana proses terbentuknya? Data dari seluruh indra yang di proses di otak? Oke, lalu apa? Mengapa kita memilih data yang tak berguna? Atau hanya kita yang tak pandai memanfaatkannya? Lalu bagaimana cara yang benar untuk berpikir? Dengan menanamkan pola pikir yang benar dan mengisi hanya dengan input yang benar. Terus-menerus melatihnya.Tentu saja. Mengapa juga aku mengetik ini?
Sudahlah.
Komentar
Posting Komentar