Day 10 Breaking The Prison of Mind's Cage

Jujur terhadap diri sendiri mungkin merupakan cara yang paling tepat untuk mengenal dan memahami diri. Penting untuk mengurangi bias (positif maupun negatif ) dalam diri. Ketika pikiran-pikiran negatif atau bias positif muncul, kita butuh jeda sejenak untuk melihat secara objektif dan lebih jernih. Cobalah untuk mengevaluasi penilaian terhadap diri. Memang sulit untuk dilakukan, namun, tidak ada salahnya dicoba. 



Jujur adalah kata sederhana yang memiliki arti sakral. Kejujuran merupakan sesuatu yang sangat mudah untuk dikenali. Semua orang tahu cara melakukannya, namun, tak semua orang sanggup untuk melakukannya. Kejujuran dipertaruhkan ketika ia dihadapkan dengan pilihan sulit yang dapat 'merugikan' atau 'merepotkan'. Ego dan hawa nafsu yang menutupi hati berperan besar atas kabut-kabut yang menutupi sakralnya kejujuran. 

Misalnya saja, ketakutan akan vulnerability atau judgement terhadap autentisitas diri membuat seseorang bersembunyi dalam kata-katanya. Bukan berarti ia berbohong sepenuhnya, namun, ia masih menyisakan kabut bias yang mengaburkan cermin.

Lihatlah pada hal yang sangat ingin kita sembunyikan. Di sana tersimpan diri kita yang lain. Lihat juga pada hal yang ingin kita pamerkan, di sana tersimpan sesuatu yang mungkin bukan diri kita, lihatlah pada sesuatu yang tak pernah kita sangkal, di sana terdapat diri kita yang mungkin bersifat netral. Semua itu adalah bagian dari diri kita.

Ketakutan dalam melihat wujud atau cerminan diri sesungguhnya itulah yang mesti kita hadapi. Memang tidak mudah, tetapi bukannya mustahil. Mari lakukan itu, sedikit demi sedikit. 

03 Oktober 2025

Komentar

Postingan Populer