Kamis, 23 Oktober 2025
Kamis, 23 Oktober 2025
Fiksi Mini: Sunset in July
Hamparan ilalang berayun, menenggelamkan kepalaku. Ilalang-ilalang kering dan kuning, ditimpa oranye petang. Aku berlari. Mendaki, terus mendaki. Meniti puncak, menuju barat. Kian lama, matahari kian tergelincir. Semburat cahayanya perlahan menjadikan langit merah muda--di hamparan awan-awan musim panas yang menggantung seperti permen kapas. Mungkin tak berapa lama lagi, ia akan terbenam dalam kegelapan malam. Habis ditelan dingin. Digulung Agustus yang lebih berwarna. Aku masih membencimu, tentu saja. Namun, kuakui, tak ada sunset yang lebih indah dibanding sunset Juli yang membara, seperti angkara yang bersemayam di dada--untukmu. Mungkin saja aku akan terjun bersamanya--matahari terbenam Juli. Hal yang dapat membuatku mencintai musim panas--yang tak pernah kusuka. Tak ada yang kusesali--tak ada yang ingin kusesali. Bahkan, biarpun nanti langit tak lagi merah muda.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mental Health
Berikut ini adalah gubahan dari catatan pada Seminar Mental Health di acara Festival Literasi Riau, 01 Oktober 2025 yang digelar oleh Perpus...
-
Mungkin hal yang paling berat tetapi paling meringkankan adalah memaafkan. Kata sederhana yang rumit. Perlu kebesaran hati dan lapang dada u...
-
Oleh: S. N. Aisyah Kau tahu seberapa bodoh manusia? Ia hanya akan mendengar apa yang ingin ia dengar. Ia hanya akan melihat apa ...
-
5 Rekomendasi Buku Nonfiksi Untuk meningkatkan Kualitas Hidup sumber foto Januari hampir berakhir, nih. Semangat memulai hidup baru di a...
-
sumber gambar Identitas Buku Judul : Atomic Habits Penulis : James Clear Penerjemah : Alex Tri K...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar