Fiksi Mini: Sunset in July

Hamparan ilalang berayun, menenggelamkan kepalaku. Ilalang-ilalang kering dan kuning, ditimpa oranye petang. Aku berlari. Mendaki, terus mendaki. Meniti puncak, menuju barat. Kian lama, matahari kian tergelincir. Semburat cahayanya perlahan menjadikan langit merah muda--di hamparan awan-awan musim panas yang menggantung seperti permen kapas. Mungkin tak berapa lama lagi, ia akan terbenam dalam kegelapan malam. Habis ditelan dingin. Digulung Agustus yang lebih berwarna. Aku masih membencimu, tentu saja. Namun, kuakui, tak ada sunset yang lebih indah dibanding sunset Juli yang membara, seperti angkara yang bersemayam di dada--untukmu. Mungkin saja aku akan terjun bersamanya--matahari terbenam Juli. Hal yang dapat membuatku mencintai musim panas--yang tak pernah kusuka. Tak ada yang kusesali--tak ada yang ingin kusesali. Bahkan, biarpun nanti langit tak lagi merah muda. 

Kamis, 23 Oktober 2025

Komentar

Postingan Populer