Bulan

Kemarin supermoon. Kabarnya makin malam makin dekat ke bumi. Sayang sekali melewatkannya. Hanya melihat sekitar pukul sembilan malam? Itu saja sudah sangat indah sekali. Diliputi awan-awan strato tipis dengan latar langit hitam yang tenang, cahaya putih kekuningannya sangat terang. Bersinar dengan anggun dan penuh ilham. Tentu saja, tak lupa lukisan motif legendaris orang menenun atau kelinci yang sedang membuat mochi--atau apapunlah itu-- di permukannya. 

Kukira, aku memiliki kesamaan dengan bulan. Tidak, bukan tentang keindahannya. 

Bulan itu terlahir dari puing-puing, hasil benturan bumi dan Theia. Permukaannya tak rata. Terbentuk dari bebatuan bekas gunung berapi,  sisa lava yang telah beku, serta bopeng kawah-kawah hasil tubrukan. Daya tariknya lemah, medan magnetnya kecil. Atmosfirnya yang nyaris hampa, membuatnya tak memiliki pertahanan sendiri. Warnanya sangat kelam, hanya sedikit lebih cerah dari warna aspal cair. 

Dapat kukatakan kami serupa dalam hal-hal tersebut. Bulan tak memiliki cahaya sendiri, tetapi ia menyandang pantulan cahaya matahari. Aku pun sama. Tak memiliki cahaya meski nama terindah disematkan sebagai doa di dadaku. 

Aku mengaguminya, Bulan itu. Ingin menjadi sepertinya. Tidak, bukan terlihat Indah dan menyenangkan mata, menenangkan hati. Bagian itu telah lama kulepaskan. Aku tahu itu tak akan mungkin. 

Saat kukatakan aku ingin seperti bulan, yang kumaksud adalah meskipun ia tak memiliki cahaya sendiri, namun, ia tetap berusaha sebaik mungkin untuk memantulkan cahaya matahari, menerangi malam. Menjaga kestabilan iklim bumi, dengan mempertahankan kestabilan miring porosnya. Bulan membatasi dan memperlambat rotasi bumi agar bumi tak mati beku. Mempertahankan ekosistem dengan gravitasinya terhadap pasang-surut air laut. 

Meskipun terlahir dari puing-puing. Meskipun permukaanya tandus, tak mulus dan kelabu. Meskipun tak punya cahaya sendiri. Ia tetap memberikan usaha terbaiknya agar bermanfaat bagi kehidupan. 

Aku tak hanya ingin berbagi ketandusan dan puing-puing dengannya. Aku pun ingin seperti bulan. Seutuhnya. 

06.57 WIB
Kamis, 06 November 2025

Komentar

Postingan Populer