Sajak-Sajak yang Dilupa (C. Anwar dan paut kenang)

Sajak-Sajak yang Dilupa (C. Anwar dan paut kenang) 
oleh: S.N. Aisyah

purnama tahun ‘22 
Nyala-nyala suluh berdiam di dadamu
baur dalam kabut dan udara 
timpa hujan senja
Di bibirmu, cerutu tutup gerutu abu hidup
Menambah luka-luka pada rabu
Rawat suka-duka di balik nisan

Kerap kaukirim kabar ‘tuk kawan dan kasih hati 
Lewat sajak-sajak merdeka dari raga nan tuna: 
ratus kata semayam dalam laci; banyak pula bakar belenggu bara; 
pun satu-dua tuai cerca-tunjuk tak berpunya 
katamu: "Nantilah kalau aku sudah meninggal, mereka akan mengerti. 
Mereka akan memujaku. Mereka akan mematungkan diriku." 

Belakangan, malam makin kelam 
Empat-lima nyawa jelma kumpulan terbuang 
Tuan, Tidakkah binatang jalang berjalan dalam sepi malam? 
Tahukah engkau? dua-tiga pujangga cari bayangmu di sajak-sajak
benam hati dalam menung, kenang hari kau bernaung
Satu-dua dari mereka turut termangu 
panggil Pemilik Teguh
saat maut kaurengkuh 

Pekanbaru, 22 Juli 2022

Komentar

Postingan Populer