Poem: Kali Ini Sumatra

Amboi, Sayang
Terlalu lama kita 
Dinina bobo lagu-lagu
para insan belagu

Di sepanjang Khatulistiwa 
Hutan, laut, tanah ,udara
Tempat dapur
Tempat tuah
Tempat marwah
Dibabat hingga punah

Tangan-tangan besi
Mengeruk bumi
Meneguk air mata
Jiwa-jiwa yang mesti dijaga

Amboi, Sayang
Langit bergemuruh 
Laut megaduh
Udara mengeruh
Angin bertiup rusuh

Hujan yang biasa menyapa 
Diselingi tawa dan canda
Kini berubah menjadi bah
Tanah tak dapat lagi menadah
Rumah-rumah luluh lantah 
Pepohonan larut tak tersanggah
Jiwa-jiwa direnggut jadi arwah
Yang ditinggal rapuh dalam derita
Tak dapat ditawar kata merdeka
Sedang pria-pria dan wanita-wanita 
Di selubung kuasa duduk 
Kepalanya menengadah
Tak hendak tepati sumpah
Mengelak telah teken 
tinta hulu derita
Tunjuk alam sebagai
Kawan yang berkhianat 
Tuduh Tuhan sebagai pembawa takdir
Yang tak bersahabat

Amboi, Sayang
Terlalu lama kita 
Dinina bobo lagu-lagu
para insan belagu
muak sudah kita
Tidur ayam dalam
Kandang dengan dendang
Kebohongan 

Sumatra, 01 Desember 2025





Komentar

Postingan Populer