Sabtu, 25 Juli 2026

CATATAN SI SENJA GILA (BAG. DELAPAN)

Ini catatan ke delapan. seperti infinity, pikiranku berputar dalam ruminasi. Namun, aku tak ingin kalah oleh kecemasan, kepanikan dan berpikir berlebihan. Aku baru saja menyadari satu hal. kecemasan dan kepanikanku, salah satunya berasal dari arus pikiran tak terbendung juga tak diberi jeda. apalgi jika tak ada satu eksekusi nyata darinya sama sekali. membicarakannya dengan diri sendiri atau memikirkannya adalah caraku untuk menyelesaikannya. Namun, tanpa sadar, pemnbicaraan ini membawa pada penyelesaian semu, analisis berlebih dan tak perlu yang akhirnya membawa pada kecemasan. rasa panik itu mungkinsaja datang dari ketidaktahuan. anehnya, meskipun performa menulisku amat jelek dan sepi pembaca, akau tak merasa cemas dan panik seperti saat aku bekerja. meskipun belum ada yang baca, aku hanya berusaha terus menulis dan memperbaikinya sambil menikmati bukan cemas dan panik. kenapa bisa begitu, ya?

Oh, beberapa jam yang lalu, tepatnya Jumat 24 Juli 2026 pukul 06.50 hingga 08.15 mengikuti NNL webinar tentang Money Writer. Sangat salut dengan team NNL, spirit buat mendukung growthnya kerasa banget. terlihat jelas dari padat dan tajamnya materi yang disampaikan secara free. Belum lagi contoh nyata dan spesifiknya. penjelasannya gak ngawang. Yang paling suka dari webinar ini, yaitu being real dan gak muluk-muluk. bicara based on data, real case, dan contoh-contoh dan tips-tips nyata. definisi real talk, sih. barakallah fiikum, moga-moga makin sukses dan terus bisa berbagi ilmu begini. 

Money Writer ini, di jelaskan dalam tujuh step: reset total, content engine matrix, database, riset plan, paid collabs, launching mini PDF, dan bangun sistem. NLL circle sendiri benar-benar suatu environtment yang aroma jiwa-jiwa pengen berkembangnya itu kuat banget. begini toh rasanya berada di antara orang-orang hebat.rada kicep but happy. apalagi Tuan Rumahnya,  Kak Mitha dan Kak Fardi itu itu hangat banget pembawaannya. Saya yakin tim NNL lain juga gak kalah sama baiknya. barakallahu fiikum. rasanya kalo ilmu sedaging ini dibiarkan tanpa eksekusi mubazir banget, gak sih? 

So, hey, don't be a looney sunset anymore. let's do this. can we?

ps: you missed the official schedule of your blog update. but since you made it here, still thank you for being here. 

Sabtu, 25 Juli 2026
03:59

Sabtu, 18 Juli 2026

CATATAN SI SENJA GILA (BAG. TUJUH)

Jikalah teori psychology tentang introverted dan ekstroverted itu benar, bisa jadi sejak lahir aku seorang introvert sejati. Semasa kecil, sepulang sekolah atau berpergian, bermain, bersosialisasi, aku kerap tidur. hingga senja menjelang. meskipun sering sekali dilarang tidur sore, namun, hal ini tak terelakan bagiku. Namun, beranjak dewasa, tidur sudah tidak menjadi semudah itu lagi. proses adaptasi ini ... apa bisa dikatakan begitu? anyways. 

baru saja nonton podcast raditya dika bersama gita sav dan paul. dulu mengikuti mereka dan ada hal-hal yang saya kagumi dari pasangan ini tetapi juga berbeda pendapat di beberapa bagian. itu hal lumrah saja. menonton ini mengingatkan saya pada bagaimana menyenangkannya belajar dan mengejar sesuatu yang kita passionate about. saya merasa sangat kosong sekarang. kepala saya. bukankah akan sangat menyenangkan kalo kita mengisinya kembali? saya teringat pasangan lainnya, mantan rekan kerja dulu, sekarang mereka keliling dunia berdua, sangat cute, cool, dan inspiring. wah sangat hebat dan masyaallah. barakallah fikum untuk mereka semua. oh, btw, mantan rekan ini seperti gita, master atau doktor di bidang kimia murni di korea  dan terakhir yang saya tahu bekerja juga di sana. yang paling menyenangkan adalah melihat manusia bertumbuh bersama seperti pasangan-pasangan ini. barakallah fii kum. 

Senin, 13 Juli 2026

CATATAN SI SENJA GILA (BAG. ENAM)

Aku mulai berpikir, bagaimana jika sesuatu itu sudah digariskan untukku tetapi tak aku dapatkan karena aku tak datang menjemputnya? Bagaimana jika, sebuah kursi sudah direservasi atas namaku, tapi tak terisi karena aku tidak datang mengisinya? 

Apakah mengusahakan sesuatu seolah kita sudah ditakdirkan untuk hal itu adalah tindakan yang tepat? Bagaimana jika nanti, ternyata anggapan itu salah. Bagaimana jika kita mengerahkan segala upaya untuk hadir namun, nama yang tertera adalah milik orang lain? 

Seperti yang sudah-sudah. Seperti yang lalu-lalu. Meskipun sesuatu itu sesuai logika dan kebiasaan umumnya merupakan peluang, tiba-tiba saja, kita ditinggalkan begitu saja. Seperti yang sudah-sudah. Tentu saja ini bentuk kepengecutan. Benar. Tapi, hal ini bisa jadi benar. Aku ... Serangan cemas dan panikku datang lagi. Sudah dulu. 

Tidak. Harusnya kulawan. Belakangan ini, aku sangat kacau. Eh, ini pernyataan gamblang yang sangat menggelikan. Aku sangat cemas. Bagaimana ini? 

Oke. Berpikir. Berpikir. Oh, sudah dua kali mengikuti webinar via zoom meeting. Dan di keduanya aku melakukan kesalahan. Ini semakin membuatku kikuk dan malu dalam bersosialisasi. Meskipun, aku tahu tak ada yang peduli. Aku hanya malu pada diri sendiri. Benar-benar. Aku ... Sangat. Aku kehilangan kemampuan bersosialisasi dengan normal. Atau mungkin aku memang tak pernah punya hal semacam itu. 

Sejujurnya aku selalu melakukan kesalahan di kegiatan sosial seperti ini. Sangat kikuk. Dulu, aku tak ambil pusing. Sekarang ini rasanya bisa menelanku. Aku harap ia dapat menelanku. 

Ikut webinar NLP kemarin. Katanya conscious mind hanya berperan sebanyak 5 % dalam keseharian kita, sedangkan lebihnya sebanyak 95% adalah unconscious mind kita. Nah, segala macam habit dan lainnya, itu berperan besar. Ini tertanam jauh dalam diri kita. 95% itu adalah memories dan segala hal lainnya yang di luar kendali alam sadar kita. Seperti trauma respon dan refleks spontan yang kita miliki terhadap suatu hal. Untuk mengubah hal ini, yang diperlukan adalah dengan menata atau mematangkan 5% conscious mind kita setiap kali, secara berulang hingga keputusan-keputusan sadar ini menjelma menjadi unconscious mind kita. Nah, begitulah caranya. Aku hanya perlu menjadi sadar setiap saat. Melatih diri secara disiplin. Memilih secara sadar dan mengeksekusinya dengan sadar. Begitulah. 

15. 53 WIB
Senin, 13 Juli 2026

CATATAN SI SENJA GILA (BAG. LIMA)

Sudah berkali-kali kukatakan pada diri sendiri untuk tidak seperti ini. Hari ini, aku menulis saat bekerja sendirian. Sedang sepi pelanggan. Harus kuakui, aku mengalami serangan panik dan cemas saat harus berjaga sendiri seperti ini. Interaksi dengan manusia, entah mengapa sangat menakutkan bagiku. Tapi, meskipun begitu, aku harus melawan semua rasa ini. Aku tak tahu darimana munculnya rasa khawatir berlebihan ini. Aku benar-benar cemas sekarang. Tapi ini semua akan baik-baik saja, kan? Seperti sebelumnya. Pasti ada sesuatu yang salah denganku. 

Baru saja menyadari satu hal. Ternyata menulis seperti ini mungkin seribu kali lebih baik daripada bercerita pada orang lain tentang pikiran burukku. Selagi tak ada yang membacanya. Aku sangat amat tak berniat untuk menyebarkan energi negatif, sungguh. Aku hanya mengatakan apa yang ada di dalam kepalaku. Tak ada maksud apapun. Tetapi, baru saja membaca tulisan tentang seseorang yang membahas tentang orang yg seperti diriku, selalu menilai diri sendiri dengan buruk. Dan sudut pandangnya tentang ini sangat mengejutkanku. Tak tahu kalau orang akan berpikir begitu. Pantas saja, selama ini orang-orang sangat letih bicara denganku. Maksudku, aku tahu mereka letih. Tapi, aku tak menyangka bahwa orang berpikir bahwa "self deprecating" itu untuk mencari validasi agar orang memberikan self assurance dan benar-benar membuat orang seterganggu itu. Sama sekali tak berpikir begitu. 

Mungkin memang lebih baik tak pernah mengungkapkan apapun, ya.  Maksudku, aku tak tahu kalau itu akan begitu mengganggu bahkan merusak orang lain. 

Aku benar-benar ingin tinggal sendiri jauh dari siapapun. Rasa-rasanya apapun yang kulakukan salah semua. Tak tahu perasaan ini datang darimana. Semua hal terasa mengerikan sekarang. 

CATATAN SI SENJA GILA (BAG.EMPAT)

Baru saja ikut sebuah webinar online yang sangat bagus dari NNL. it made me think a lot. about things. my capacity that i might have in me. what can i offer if i want to sharing and maybe even get side hustle. i have some thought about it. and trying to figure it out is one thing that i do over and over again. 

mungkin waktu pencarian telah habis. sebaiknya sekarang aku memilih, menetapkan apa yang ingin aku lakukan dan ingin aku kejar. bukan finding myself anymore but building it. instead of living it in my ownd head, i should do things about it. mungkin saja selama ini pencarian hanyalah alasan yang kugunakan untuk menyembunyikan kepengecutanku. 

27 Juni 2026

Mental Health

Berikut ini adalah gubahan dari catatan pada Seminar Mental Health di acara Festival Literasi Riau, 01 Oktober 2025 yang digelar oleh Perpus...