Sabtu, 18 Juli 2026

CATATAN SI SENJA GILA (BAG. TUJUH)

Jikalah teori psychology tentang introverted dan ekstroverted itu benar, bisa jadi sejak lahir aku seorang introvert sejati. Semasa kecil, sepulang sekolah atau berpergian, bermain, bersosialisasi, aku kerap tidur. hingga senja menjelang. meskipun sering sekali di larang tidur sore, namun, hal ini tak terelakan bagiku. Namun, beranjak dewasa, tidur sudah tidak menjadi semudah itu lagi. proses adaptasi ini ... apa bisa dikatakan begitu? anyways. 

baru saja nonton podcast raditya dika bersama gita sav dan paul. dulu mengikuti mereka dan ada hal-hal yang saya kagumi dari pasangan ini tetapi juga berbeda pendapat di beberapa bagian. itu hal lumrah saja. menonton ini mengingatkan saya pada bagaimana menyenangkannya belajar dan mengejar sesuatu yang kita passionate about. saya merasa sangat kosong sekarang. kepala saya. bukankah akan sangat menyenangkan kalo kita mengisinya kembali? saya teringat pasangan lainnya, mantan rekan kerja dulu, sekarang mereka keliling dunia berdua, sangat cute, cool, dan inspiring. wah sangat hebat dan masyaallah. barakallah fikum untuk mereka semua. oh, btw, mantan rekan ini seperti gita, master atau doktor di bidang kimia murni di korea  dan terakhir yang saya tahu bekerja juga di sana. yang paling menyenangkan adalah melihat manusia bertumbuh bersama seperti pasangan-pasangan ini. barakallah fii kum. 


saya jadi ingat perkataan guru puisi saya, Kak Asqa, kamu tidak bisa diam-diam saja dan menjadi  keren. saya sangat bingung ketika beliau berkata demikian. entah darimana asal mulanya perkataan ini bisa mencuat di pemikiran beliau. saya tak pernah juga ingin menjadi 'keren'. saat itu saya hanya mengangguk saja. omong-omong, Kak Asqa sangat baik. mendirikan Competer yang memang dibangun seperti rumah bagi para penyair. saya sampai merasa tak layak jika harus menyetor wajah lagi ke sana, setelah didera penyakit sinting dan memutus semua hubungan (semua) di tempo hari. tetapi, saat itu saya memang tak memiliki ekspektasi apapun. saya mengerti konsekuensinya. hingga saat ini pun, teman-teman yang saya buat tidak mengikuti saya (secara diam-diam) pun tidak menyadari hal ini. hingga jalan saya sekarang amat sunyi. entahlah. 

jalan sudah diambil dan saya akan berjalan bagaimanapun juga. bukankah itu menjadi spesialisasi sya sejak dulu? no expectations to others. entah mengapa belakangn ini saja saya mulai sinting dan put expectaction on others or feeling lost without direction when been rejected. it wasn't me,  tapi ini hal baik. saya bisa belajar hal baru dari kegilaan ini. kendati, saya merasakan banyak degradasi diri pada nilai-nilai sakral? entahlah. 

Nah, suatu hari saat kami (saya dan  sil) berjalan, kami bercakap-cakap tentang mimpi-mimpi? Sil cerita bahwa keluar dari kampung halamannya untuk berkuliah, ia benar-benar merasa seperti katak yang keluar dari tempurung. kami bercerita banyak hal, salah satunya tentang berkeliling dunia, melihat tempat-tempat yang jauh. lalu, ia berkata, "kalau Siti (begitu dia panggil saya), sil yakin bisa". tiba-tiba saja saya mengingat hal ini. entah apa yang ada dipikiran sil hingga dia mengatakan hal seperti itu. saya tak ingat menjawab apa. tapi, ya, sudahlah. jika dipikir-pikir sekarang, itu snagat mengharukan. sil berkata demikian. dan sangat ironis juga, saya bahkan tidak menjadi apa-apa sekarang. haha. Well, we still got time. and thanks to the one who inspired me, that sparkling soul. 

And ... now ... i think ... God give me this life. means he would provide it, I should just ask him, turn to him, right?

01:54
Sabtu, 18 Juli 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mental Health

Berikut ini adalah gubahan dari catatan pada Seminar Mental Health di acara Festival Literasi Riau, 01 Oktober 2025 yang digelar oleh Perpus...