Oleh: S. N. Aisyah
Sudah enam pekan
lamanya sejak wanita muda itu diselamatkan. Saban hari ia berkurung diri dalam kamar.
Merajuk. Minta diizinkan pergi menjenguk tahanan kota yang dulu kerap jadi
buron.
”Keluarlah, Nak. Apa yang kau inginkan dari menjenguk orang tak beradab, yang
tahunya merampas orang dengan menyandera?” Begitulah Sang Ibu membujuknya.