Jumat, 30 Mei 2025

Thought: Racauan yang Tak Selesai dalam Sepekan

Dini hari saat tulisan ini mulai ditulis adalah saat saya tengah berusaha untuk menulis tetapi tak dapat menghasilkan apapun selain rasa frustrasi. Rasanya kepala saya yang kopong, amat kosong. Seakan otak saya terbakar hingga jadi abu yang kemudian melayang, tinggalkan tempurung kepala. Saya tak dapat memanggil ingatan apapun  yang dapat saya tuliskan dengan benar. 

Sudah pasti ini sebab saya amat kurang membaca, 'kan? Maka apa yang harus saya tuliskan kali ini?

Oh, lebih baik menulis tentang film yang saya tonton saja. A Good Girl's Guide to Murder. Sebuah serial pendek yang menarik. Saya suka cara film ini menggaris-bawahi bahwa manusia tidak melulu hitam putih. Sisi gelap-terang  manusia dikemas dengan apik dalam serial pendek ini. Perpecahan jiwa  pada tokoh-tokoh serial ini dilatari dengan alasan yang  masuk akal. Rahasia gelap tokoh -tokoh  terbongkar oleh Pip,  si protagonis yang cerdas namun naif. Mengingatkan saya pada serial lainnya Adolescences, yang  memiliki tema dan nuansa yang sama dengan titik fokus isu yang sedikit berbeda.

Mental Health

Berikut ini adalah gubahan dari catatan pada Seminar Mental Health di acara Festival Literasi Riau, 01 Oktober 2025 yang digelar oleh Perpus...