Oleh: S. N. Aisyah
Di nagari Koto Gadang, di tanah Agam, di lindung bukit-bukit yang tinggi, Sutan Mohammad Salim dan Siti Zaenab menerima sebuah anugerah yaitu kelahiran seorang putra. Mungkin saja, keinginan hati terdalam mereka untuk membela kebenaranlah yang membuat mereka menyematkan doa itu dalam nama putranya. Maka, pada hari ke-18 di bulan Oktober 1884, putra mereka lahir dengan menyandang nama Mashudul Haq, Pembela kebenaran.