Aku
yakin, setiap orang memiliki ketakutannya. Setiap orang tanpa sadar memilih
ketakutannya. Ya, benar. Memilih. Pernahkah kau berpikir bahwa kaulah yang
dengan sengaja memilih dan mengundang rasa takut dalam hidupmu? Kau yang
memilih bentuk dan wujudnya saat kau memilih jalan hidupmu. Apa maksud omong
kosongku ini? Ayolah, Kawan. Pilihanmu dalam hidup menjelma bagaikan sebuah
undangan bagi harapan dan—sialnya—juga ketakutanmu. Contohnya saja, saat
seseorang yang memiliki sesuatu yang berharga, ia berharap selalu memilikinya.
Bukankah ia jadi takut kehilangan? Orang tamak dan serakah, yang menginginkan
banyak hal, takut kekurangan. Orang yang memilih jadi pengecut, takut akan
hal-hal sepele. Orang yang kuat dan bijak, takut tak bisa mengendalikan
dirinya. Manusia memilih ketakutannya sendiri. Mengundangnya ke ambang pintu.
Lalu membangun horor untuk didiami.
Sabtu, 13 September 2025
Cerpen: Horor
Oleh: S. N. Aisyah
Langganan:
Postingan (Atom)
Mental Health
Berikut ini adalah gubahan dari catatan pada Seminar Mental Health di acara Festival Literasi Riau, 01 Oktober 2025 yang digelar oleh Perpus...
-
Mungkin hal yang paling berat tetapi paling meringkankan adalah memaafkan. Kata sederhana yang rumit. Perlu kebesaran hati dan lapang dada u...
-
Oleh: S. N. Aisyah Kau tahu seberapa bodoh manusia? Ia hanya akan mendengar apa yang ingin ia dengar. Ia hanya akan melihat apa ...
-
5 Rekomendasi Buku Nonfiksi Untuk meningkatkan Kualitas Hidup sumber foto Januari hampir berakhir, nih. Semangat memulai hidup baru di a...
-
sumber gambar Identitas Buku Judul : Atomic Habits Penulis : James Clear Penerjemah : Alex Tri K...