Jumat, 11 September 2026

Thought: Sedikit Percikan Harapan

Kembali lagi. Setelah sekian lama. 

Bebeberapa waktu lalu pernah mention tentang bagaimana perkembangan otak dengan nada pesimistis bahwa seiring bertambahnya usia, otak secara fisik tidak lagi mengalami perkembangan akan tetapi penyusutan secara fisik. Namun, kemampuan otak dapat terus berkembang. Setidaknya begitulah hal yang selama ini saya pahami. Hingga akhirnya saya menemukan sebuah postingan dari instagram yang menyebutkan bahwa otak kita dapat berubah secara fisik setiap kali kita belajar. Ia membentuk koneksi baru atau kira-kira begitulah. Hal ini memberikan angin segar bagi kehidupan yang saya jalani dengan jiwa kerontang. Ya, tentu saja, alhamdulillah akhirnya something worth my overthinking brain to think about.

Apa yang saya pahami selama ini adalah otak manusia mengalami penyusutan seiring dengan bertambahnya usia. ini sebenarnya salah satu hal yang sangat saya sayangkan. Entah bagaimana, somehow, otak, kemampuan kognitif, pikiran, dan sebagainya memiliki tempat khusus dalam diri saya. Mungkin dapat dikatakan bahwa salah satu ketakutan terbesar saya (dari banyaknya ketakutan yang saya miliki. Hey, ketakutan ini, bukan berarti saya memiliki kemampuan otak yang cemerlang, saya tidak berkata begitu) adalah kehingan kemampuan berpikir. Tentu saja degradasi otak secraa natural bukanlah hal menyenangkan bagi saya, too personally. 

Lalu, postingan tersebut muncul saat saya tengah hidup dalam abu-abu yang terlalu abu dan kelabu. Lalu percikan api muncul di sela-sela abu. Seolah angin baru saja meniup bara yang terkubur di bawah tumpukan abu. mengantarkan saya untuk mencari tahu tentang otak. 

Saya sangat ingin menceritakannya, namun, saya perlu membaca lebih banyak lagi dan memahami lebih dalam lagi agar tidak salah paham. 

Namun, sejauh ini, pencarian itu membawa saya pada dua istilah yaitu neuroplastisitas tidaklah sama dengan neurogenesis. Neuroplastisitas ialah kemampuan alami otak untuk berubah, belajar, beradaptasi, menata ulang stuktur dan membentuk koneksi baru. Proses itu membentuk perubahan struktur otak secara fisik. Dan neurogenesis adalah kemampuan otak untuk menghasilkan atau membentuk sel-sel saraf baru. Yang selama ini diyakini bahwa otak kita tidak lagi mengalami pembentukan sel saraf baru setelah usia tertentu. Bahkan, penyusustan otak terjadi di akhir usia tiga puluhan sebanyak 0.2 percent dan meningkat dua kali lipat saat usia 60.Setidaknya begitulah yang diyakini selama ini. Siapa sangka bahwa pembentukan sel saraf baru itu mungkin terjadi. Terdengar seperti kabar baik. 

Hal ini mengubah sedikit persepsi saya akan banyak hal dan anehnya memberikan sedikit positivity dan sedikit optimistis dalam diri saya. Lucu sekali, satu penemuan random bisa mengubah abu-abu menjadi percikan nyala. Alhamdulillah.

Terkait hasil bacaan beberapa artikel tentang topik ini, mungkin saya akan coba buat tulisan terpisah. Sebagai pengikat hasil belajar dan tentu saja juga karena saya harus banyak belajar lagi agar dapat memiliki pemahaman yang cukup untuk menuliskannya. Ya, begitulah.

Oh, hampir jam enam. Sudah dulu. Ayo, workout. 


Jumat, 11 September 2026

05:49 AM


Mental Health

Berikut ini adalah gubahan dari catatan pada Seminar Mental Health di acara Festival Literasi Riau, 01 Oktober 2025 yang digelar oleh Perpus...