Senin, 24 Agustus 2026

Thought: Chronically Online

I was on my phone when my sister passed by and say this to me, "You are Chronically online". And in that moment, I realized she's 1000000% right. And the fact somehow hit me hard (even tho, i keep doing it until now). No wonder my life is getting boring and my brain is getting smaller and even freezing--is that make any sense? I can jump around throughout apps while doing daily life. Eat-scroll, drink-scroll, laundry-scroll, work-scroll, workout-scroll (yeah, i did plank while scrolling), read-scroll, write-scroll, any kind of activity-scroll, sit with fams-scroll, laying in bed-of course scroll. Like what?! I must be crazy. I can't put this d**n phone down. Okay, not the phone, the problem is me. So ... 

Sabtu, 22 Agustus 2026

Thoughts: A Self Reminder

Maybe we glorify what's not should be glorified. 
 
Maybe that's why we falling to the deep end ..

Our earth is hurting, even a little sunshine and breeze make it burning. 

Jika kata-kata adalah doa, maka berucap dan tulislah yang baik-baik saja. 

Muhasabah alam. 

Mungkin para penguasa tak amanah 
Mungkin para pengusaha tak bermarwah 
Mungkin rakyat-rakyat belum muhasabah 
Yang pasti, perlahan-lahan hewan, hutan, dan alam punah

Ada pihak yang salah, tentu. Tapi apa guna saling menyalahkan sekarang? Bila ada yang tak mengambil tanggung jawab, biarlah ... setiap jiwa bertanggung jawab di hadapan Tuhannya. 

Stop hujatan, itu tak membawa solusi apa pun saat ini, hanya menambah keras hati yang tak mau menerima. 

Tugas kita hanya meletakkan segala hal pada tempatnya. Mengembalikan setiap hak pada pemiliknya. 

Dengan cara-Nya. Bukan cara yang kita kira benar semata. 

Tidakkah setiap kita menyumbang porsi atas kekalahan ini? Tentu saja dalam jumlah dan skala yang berbeda-beda. 

So, just stop talk bad about them, bukan sebab kita setuju, suka, dan ridho pada kebijaksanaannya. Sebab kita mencari ridho Tuhan. We have emotions, sure. We are sad, we are disappointed, we are on rage. Akan tetapi, mampukah kita menyembelih ego, menahan diri, dan tunduk sepenuhnya pada perkataan Sang Pencipta? Mampukah kita percaya hingga di luar dari batas-batas akal kita? 

Now, critics won't be heard by them, why bother? 
Especially if we bring it in negative and disrespectful way. 

If powerful men try to burn our land, we know who The Most Powerful one is. Di hadapannyalah kita tunduk dan berserah. Pada Sang Maha Raja yang dapat mendinginkan Api bagi Ibrahim AS, membelah lautan bagi Musa AS, mengeluarkan Yunus AS dari perut paus, yang membangunkan Ashabul Kahfi, dan yang memasang gunug sebagai pasak Bumi. 


00:27 WIB

Sabtu, 22 Agustus 2026

Rabu, 19 Agustus 2026

Day 34 Breaking The Prison of Mind's Cage

 Ini waktunya aku yakin dan meninggalkan overthinking. Semuanya adalah tentang fokus dan bagaimana menyalurkan energi sebagai bentuk syukur kepada Allah Swt. yang telah memberikan kehidupan dengan segala nikmatnya. Jika sesuatu itu bukan ditakdirkan untuk kita, maka ia tak akan pernah menjadi milik kita. Yang dapat kita lakukan hanyalah berusaha. Minta petunjuk dan menghamba padanya, mencari cintanya di atas cinta siapapun. Minta pada yang maha memiliki. Tak ada jalur yang lebih masuk akal dan lebih beradab daripada itu. Minta pada yang punya. jangan akal-akalan, mengira kita lebih cerdik dan lebih berhak dibanding sang Maha Pemilik. Intinya, Yuk. disiplin. Pelan-pelan disiplin diri dalam semua aspek. Ya akhirat, ya dunia. You wanna be that woman don't you?

Sabtu, 01 November 2025

Minggu, 02 Agustus 2026

CATATAN SI SENJA GILA (BAG. SEMBILAN)

Harusnya tulis ini hari Jumat. Sekarang sudah Minggu. Sabtu juga keskip update di Instagram. Ada beberapa hal yang diluar dugaan. Nah, setelah dipikir lagi, sudsh lama sekali tidak menulis karya. Bukan menulis bebas seperti ini. Sebenarnya ingin mengulas beberapa buku bacaan yang telah diselesaikan. Tapi, entah mengapa belum juga. Aku hampir lupa cara menulis. Takut sekali. Walaupun tulisanku tak sebaik itu, aku tetap takut tak bisa menulis lagi. Nah, sekarang mari bicara progres agar otak kita tidak hanya menyimpan negativitas saja.  Meskipun belum sempurna, tetapi kita telah menjalankan plan itu. Kita upload tulisan. Sudah membuat tulisan full english. Dan kita minta bantuan chat-gpt untuk memeriksa grammarnya. Lalu, kita sudah mengunggah tulisan. Ini baru satu Minggu dan memasuki minggu kedua. Yang harus kita lakukan hanyalah berjalan terus, walaupun belum sempurna. Jangan berhenti, frustrasi, dan menuntut kesempurnaan sehingga jika tak sempurna merasa belum melakukannya. Jangan seperti itu, akui kelemahan tetapi akui juga apa yang sudah dilakukan. Begitulah cara paling adil memandangnya. Kalau kita terus-terusan terjebak dalam mindset, "kalau belum sempurna=gagal" kita akan sulit maju. Sebab merasa gagal terus, tidak menghargai usaha yang telah kita lakukan, maka itu akan berpengaruh buruk pada kemampuan menimbang dan menilai kita. Otak kita hanya akan melihat kekurangan dan tidak objektif dalam menilai diri. Sehingga akan menghalangi perkembangan kita untuk dapat melihat potensi, keahlian, atau minimal kebaikan yang dapat kita pertahankan dan kembangkan lagi. Untuk itu, jangan lagi berat sebelah. Jangan lagi memandang rendah diri hanya karena tak ingin besar kepala. Memandang rendah diri sendiri itu seperti tidak menghargai diri sendiri. Itu tak sama dengan humble atau rendah hati. Yang paling bijaksana kita lakukan bukan merendah-rendahkan diri hingga ke tahap tak menghargai diri sendiri bukan pula yang menilai diri lebih dari sebenarnya. Akan tetapi, lihatlah dengan objektif. Latih otak kita untuk menjadi objektif. Acknowledge apa yang telah dilakukan dan apa yang belum. Pertama lakukan dulu dalam bentuk checklist. Misal hari ini sudah tulis 3, belum tulis 4. Jangan tambahkan emosi di sana. Jadikan ia data yang akan menjadi landasan pengukuran untuk berkembang. Landasan untuk melihat masalah dan mencari solusi. Lalu lakukan. Cari akar Masalah, fokus pada solusi bukan fokus pada masalahnya. 

Sudah, itu dulu. Sudah subuh. 

05:05
Minggu, 02 Agustus 2026

Mental Health

Berikut ini adalah gubahan dari catatan pada Seminar Mental Health di acara Festival Literasi Riau, 01 Oktober 2025 yang digelar oleh Perpus...