Oleh: S. N. Aisyah
Sudah beberapa kali nenek melarang kami turun ke lurah itu. Berbahaya, begitu kata nenek. Namun, bahaya apa yang mungkin dihadang oleh sekumpulan remaja apabila turun ke lembah yang amat landai jika bukan hewan liar, potensi tertimbun longsor, terlelap banjir, dan bencana alam lainnya?
Tidak, aku tidak mengkerdilkannya. Hanya saja, lurah ini berjarak tak lebih dua puluh langkah dari halaman rumah nenek. Tepat di seberang jalan setapak. Tidak jauh. Bahkan, nenek dapat menjewer seraya menyeret paksa kami dalam hitungan menit bilamana kami tetap tak boleh juga turun ke sana. Tak ada hewan liar di sekitar sini, tak ada tanda-tanda tanah longsor. Bahkan, setiap curah hujan bertonton turun sekalipun, belum pernah lurah itu tergenang air. Dengan kata lain, sejauh yang kami tahu, lurah itu tak mungkin berbahaya.