Oleh: S. N. Aisyah
”Katakanlah sesuatu,” ucapnya lirih. Di bawah lampu neon, wajah itu terlihat indah, walau mata beningnya menyala dalam amarah. Namun, tak ada kata yang dapat kuberikan padanya.
”Baiklah. Aku takkan mengganggumu lagi." Ia kembali bersuara setelah lama kami duduk dalam hening.
Ucapannya menaruh sayatan yang tak pernah kuduga. Bukankah ini seharusnya mudah?